Lewat PMI, Komunitas Terapis Islam Bantu Korban Bencana Palu-Donggala Di Pangkep

oleh -
Ketua Terapis Muslim Indonesia Pangkep, Zulkifly Sunan menyerahkan paket bantuan untuk di distribusikan ke Pengungsi Sulteng di Markas PMI Pangkep, Minggu, (11/11/2018).

Pangkep,  Suaralidik.com- Komunitas  pengobatan terapis muslim Indonesia yang tergabung dalam Duta Terapi Indonesia memberikan bantuan kepada korban bencana Sulawesi Tengah (Sulteng) yang mengungsi dan  menetap  di Kabupaten Pangkep.

Seremonial bantuan diberikan Ketua Duta Terapi Indonesia Pangkep Zulkifly Sunan dan diterima Syaifullah selaku staf bidang penanggulangan bencana mewakili  Palang Merah Indonesia (PMI) Pangkep di Markas PMI Pangkep kecamatan Pangkajene,  Minggu (11/11/2018).

SMKN 1

Menurut Zulkifly, jumlah bantuan yang di bagikan sejumlah 70 paket senilai Rp.500.000 untuk setiap paketnya di mana terdiri dari tas renteng, Mukena,Sarung,Alqur’an, buku yasinan dan paket obat  herbal minyak totok Meridian dan minyak gosok syaraf.

Hal ini menurut Zulkifly sebagai upaya kepedulian membantu sesama yang sedang kesusahan terkena musibah bencana alam.

“Melihat bencana di Palu, Sigi, dan Donggala tiba-tiba saja tercetus untuk mengumpulkan bantuan dari seluruh seluruh teman teman secara sukarela.

Dana pengumpulan itulah yang kemudian disalurkan lewat PMI Pangkep sebagai lembaga yan punya tim  relawan yang siap mendistribusikan.

“Kami memang tidak bisa hadir langsung dalam bencana, tapi izinkan bantuan secara sukarela setidaknya bisa mengurangi penderitaan saudara-saudara kita yang kehilangan sanak saudara dan hartanya. Ini sebagai kepedulian atas kebersamaan,” imbuh Zulkifly.

Sementara Syaifullah yang mewakili pengurus PMI Pangkep memberikan apresiasi atas bantuan tersebut. Dirinya mengaku, kepedulian ini menjadi momentum sarana kebersamaan.

“Tentu dengan semangat kebersamaan ini akan menghadirkan kepedulian, semangat saling membantu, dan persatuan. Atas nama pengurus PMI Pangkep kami ucapkan terima kasih,” sebutnya.

Dia bercerita, kalau bencana di Palu, Sigi, dan Donggala itu punya karakteristik berbeda dari tsunami Aceh atau bencana lainnya seperti Lombok, atau letusan Gunung Merapi.

“Ini beda. Malah sampai tanahnya turun, jadi kemungkinan bencana di Sulteng ini akan lama mengembalikan pembangunan ke situasi sebelumnya.

Hal ini yang membuat banyak warga dari Palu yang ke daerah lain mengungsi termasuk di Pangkep,” ujarnya.(***Syaiful)