banner 728x250

banner 728x250

Lidik Pro : 2 Siswa SMPN 34 Sinjai Tengah Jadi Korban Penipuan Via Telepon

  • Bagikan
smpn 34 sinjai tengah - korban penipuan
Foto Korban dan bukti struk transfert

Sinjai, suaralidik.com – Kabar tentang kasus penipuan yang dialami beberapa siswa SMP Negeri 34 Sinjai Tengah, yang beralamat di Desa Saotanre Kecamatan Sinjai Tengah menggerakkan Tim Investigasi Lidik Pro Sinjai berkunjung dan mempertanyakan kepada pihak guru yang menimpa siswanya, Sabtu (28/11/2020)

Salah satu guru yang dikonfirmasi langsung di ruang kerjanya, Lukman. S.Sos, yang juga menjabat sebagai Kaur TU mengemukakan membenarkan kabar ini.

banner 728x250

“Insiden yang menimpah beberapa siswa kami itu terjadi pada bulan lalu, namun sampai saat ini masih ada siswa kami yang menjadi korban penipuan oleh sipenelpon gelap itu, dan mengatasnamakan pihak sekolah atau nama gurunya dengan alasan penerimaan bantuan Dana Pendidikan Indonesia Pintar (P I P), dan yang saya sayangkan disini, kok masih ada siswa yang tertipu padahal kami dari pihak sekolah jauh sebelumnya sudah berapa kali menyampaikan kepada siswa secara langsung serta melalui grup whatshaap (WA) yang telah dibuat pihak guru, bahwa kalo ada yang menelpon dan mengatasnamakan pihak guru atau sekolah, tolong jangan diladeni dan segera konfirmasikan ke sekolah atau di grup. Sebab itu adalah penipuan dan sudah pernah dialami oleh beberapa teman kalian,” ungkapnya.

Tim Investigasi Lidik Pro Sinjai

Ditambahkannya, “Ada 2 orang siswa kami yang bernama Siti Nurhafiza Amin Kelas 8A yang bertempat tinggal di Dusun Halimping yang jadi korban penipuan sipenelpon itu, dan berhasil menyedot uang orang tua korban melalui nomor rekening Bank dengan jumlah sebesar Rp. 9 juta lebih, dan satu lagi siswa kami yang bernama Hawi kelas 8A juga jadi korban baru-baru ini dengan jumlah uang sebesar Rp. 6.500.000, – dengan kasus yang sama dan penelpon yang sama.” Harapan saya selaku guru di sekolah kiranya hal ini tidak terjadi lagi dan para siswa serta orang tua siswa dapat memperhatikan himbauan dari pihak sekolah agar berhati-hati dan kiranya pihak kepolisian dapat segera menindak lanjuti dan menangkap pelakunya itu. Harapnya.

Disisi lain, salah satu orang tua korban, Rosmina ibu dari Siti Nurhafiza Amin Kelas 8A yang dikonfirmasi oleh Tim Investigasi Lidik Pro melalui telepon, mengatakan “Betul Pak, saya jadi korban penipu itu melalui telepon, saya sepertinya terhipnotis pada saat itu melalui pembicaraan di telepon, sipenipu itu mengatakan bahwa ” Saya ini Pak Lukman, guru Smp Negeri 34 dan anak ibu Dana P I P nya telah cair, dengan jumlah uang sebesar 2, 5 juta rupiah,” ucap sipenipu itu. Dan selanjutnya meminta saya dan anak saya membawa buku rekening dan diarahkan segera ke Bank BRI Sinjai Selatan, sayapun dan anak saya bergegas ke Bank tersebut dan setibanya di sana, saya kembali di telepon dan kembali diarahkan ke ATM SPBU sinjai selatan dengan alasan kalau trangsaksi di Bank itu tinggi potongan persennya bagi penerima bantuan sekolah, maka dari itu saya kembali bergegas ke ATM SPBU sinjai selatan, sesampainya di ATM itu saya kembali dituntun melalui telepon dan disarankan untuk cek saldo dan menyebutkan semua isi saldo saya, selanjutnya saya dituntun lagi agar menekan nomor yang disebutkannya itu, dan sayapun ikuti petunjuknya dalam keadaan seakan tak sadar, setelah itu saya kembali cek saldo ternyata malah uang saya yang berkurang senilai 9 juta lebih, dari saldo yang sebelumnya senilai 20 juta lebih itu, akhirnya sayapun tersadar bahwa saya tertipu olehnya. Kemudian saya kembali menelpon sipenelpon itu, dan mengatakan kok malah uang saya yang berkurang Pak, dan ia menyuruh saya kembali menekan nomor agar uang saya kembali segera, namun untung ada seorang pemuda yang hendak menarik uang di ATM itu dan segera menahan saya agar tidak menekan nomor yang diperintahkan sipenipu itu, akhirnya saya sadar dan menangis di tempat itu bahwa saya ini ternyata tertipu.” ungkapnya.

Harapan saya selaku korban, kiranya kepada semua siswa dan orang tua siswa agar berhati-hati dengan penelpon gelap yang mengatasnamakan sekolah atau guru, cukup saya saja yang jadi korbannya, dan hal ini kami sudah laporkan ke pihak sekolah dan kepolisian, namun sampai saat ini sipenelpon masih sering menghubungi siswa lainnya, jadi kiranya pihak kepolisian dapat menindaklanjuti kasus ini dan segera mungkin dapat menangkap pelakunya itu.” Tutupnya. (A. Basri)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *