,

LIDIK PRO: Akhirnya Kades Iwoikondo Kolaka Jadi Tersangka

oleh
Kepala Desa Iwoikondo - Amiruddin
Dokumentasi Klarifikasi Tim Investigasi LIDIK PRO di Kolaka, Sulawesi Tenggara

Bulukumba, Suaralidik.Com –  Kepala Desa Iwoikondo Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara, Amiruddin akhirnya dijadikan tersangka terkait dengan kasus pencurian tanaman padi milik H. Hardin.

Sawah seluas 2 hektar yang berlokasi di wilayah desa Iwoikondo milik H.hardin pernah dirusak oleh onkum yang tidak bertanggung jawab dengan merusak tanaman padi siap panen menggunakan racun yang kemudian sisa tanaman dipanen oleh Amiruddin sebagai kepala desa tanpa ada konfirmasi sama sekali ke pihak H.hardin sebagai pemilik sawah.

Baca Juga: Kasus Pengrusakan Lahan Padi Siap Panen di Kolaka Bergeming, LIDIK PRO Lakukan Ini….

Sementara laporan pengaduan H.Hardin selaku korban saat itu kepada kepolsek Rate-rate tidak idahkan oleh petugas dalam hal ini Kapolsek atau penyidik Polsek Rate-rate Kolaka.

Namun demikian, Korban terus berusaha untuk mengungkap kebenaran yang sedang dialaminya, Korban bahkan merasa heran dengan hasil keputusan Kades Iwoikondo memanen padinya tanpa ada konfirmasi sama sekali kepadanya, ditambah lagi pihak kepolisian yang mengabaikan masalah ini.

Korban Mengadukan Kasusnya ke Lidik Pro

Kesal, Kecewa dan merasa dirugikan oleh pemerintah setempat, H.Hardin kemudian mengadukan nasibnya ke Lembaga Investigasi LIDIK PRO di Jakarta. Waktu berjalan , LIDIK PRO pun langsung melakukan investigasi mendalam di Kolaka yang berhubungan dengan kasus H.Hardin ini.

Tim Blackdown Lidik Pro yang bergerak selama 2 minggu di Kolaka berhasil mendapatkan data-data dan informasi valid yang berhubungan dengan kasus pengrusakan lahan padi siap panen ini.

Ketua Investigasi LIDIK PRO Harianto Syam yang ditugaskan LIDIK PRO pusat, mengemukakan jika hasil analisa kasus terkait dengan data dan informasi yang dihimpunnya ada dugaan kuat kongkalikong antara Kades Iwoikondo dengan oknum Kapolsek Rate-rate yang bahkan tidak diketahui Polres Kolaka.

Lidik Pro Kolaka Gelar Aksi Demo di depan Polres Kolaka 

Jumat (13/4/2018) Aksi Unjuk rasa Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (LIDIK PRO) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kolaka yang didampingi langsung Anggota DPN LIDIK PRO pusat protes keras kinerja Polsek Rate-rate Kab. Kolaka yang sudah melakukan penangkapan dan bahkan memenjarakan salah satu warga bernama Kamiseng dan rekan lainnya tanpa adanya surat panggilan, BAP sama sekali pada tahun 2015 lalu.

Demo Lidik Pro di Kolaka
Jumat (13/4/2018) Aksi Unjuk rasa Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (LIDIK PRO) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kolaka yang didampingi langsung Anggota DPN LIDIK PRO pusat

Baca Juga: Video News : Aksi Unjuk Rasa LIDIK PRO Protes Keras Polsek Rate-rate di Kolaka Kendari

Aksi ini berkaitan dengan kasus pengurusakan lahan, penguasaan lahan sawah dan memenjarakan warga tanpa melalui prosedur yang diduga kuat hasil kong kalikong kades Iwoikondo dengan Oknum Kapolsek rate-rate Kolaka.

Paska Aksi Demo Lidik Pro, Kades Iwoikondo Kolaka Jadi Tersangka

Usai aksi protes yang dilakukan oleh LIDIK PRO DPD Kolaka bersama warga, Kades Iwoikondo akhirnya mendapat panggilan dari penyidik Polres Kolaka dan menjadinya sebagai tersangka atas kasus pencurian Padi.

Bahkan kabar ini sempat mencuat di beberapa media cetak di Kolaka yang diterbitkan pada hari Jum’at (27/4/2018) lalu. Pada media cetak, Amiruddin merasa aneh karena dirinya dianggap sebagai tersangka. Menurutnya itu hanya tindakan penyelamatan padi siap panen agar tidak rusak alias mubassir.

Amruddin bahkan mengaku jika itu dilakukannya atas petunjuk dari oknum Kapolsek Rate-rate juga saat itu.

Mengetahui hal ini, Ketua Tim Investigasi Lidik Pro angkat bicara. Harianto syam membeberkan kalau Ia pernah mendatangi langsung kades Iwoikondo bernama Amiruddin pada hari Kamis (15/3/2018) lalu dan saat itu Ia melakukan klarifikasi sesuai dengan kronologis yang pernah diadukan korban (H.Hardin) kepada LIDIK PRO.

Kepala desa Iwoikondo Kolaka
Kepala Desa Iwoikondo, Amiruddin (Kiri) saat ditemui langsung oleh Ketua Tim Investigasi Lidik Pro Harianto Syam (kanan) , Kamis (15/3/2018)

Ditempat kediamannya, Amiruddin mengungkapkan bahwa tanaman padi yang dipanennya itu sebenarnya tidak ada yang mencurinya, melainkan untuk diamankan agar tidak rusak kemudian hasil panen dijual senilai Rp 14.500.000 dan itupun atas perintah langsung Oknum Kapolsek Rate -rate saat itu yang bernama Umar. SH.

Amiruddin bahkan mengungkapkan kalau hasil penjualan padi masih disimpannya dan uang itu bisa diambil H. Hardin jika sudah berhasil memenangkannya kasus tanah ini di pengadilan.

” Uang hasil panen padi itu masih saya simpan, H.hardin bisa mengambilnya nanti kalau Ia menang di pengadilan, karena lahan sawah itu masih dalam proses pengadilan” Ungkap Amiruddin didepan Harianto Syam,Kamis (15/3/2018)

Hari yang sama, Tim Investigasi LIDIK PRO kemudian mendatangi langsung Polsek Rate-rate kabupaten Kolaka. dari hasil klarifikasi, Kapolsek Rate-rate Umar. SH yang ditemui langsung mengaku jika dirinya memeritahkan kepada Kades Iwoikondo untuk panen segera tanaman padi yang sudah rusak sebagian itu.

” Iya benar, saya memang perintahkan kepada Amiruddin itu agar dipanen saja dulu karena nanti mubassir dan semuanya rusak” Akunya kepada Lidik Pro,Kamis (15/3/2018)

Namun dalam keterangannya, Umar tidak memerintahkannya untuk menjual hasil panen tersebut sebagai barang bukti dengan dalih barang bukti tidak boleh di ubah dalam bentuk apapun.

Adapun Ungkapan Kanit 1 Reskrim Polres Kolaka saat ditemui di tanggal 17/3/2018 yakni Abdul Razak SH ” LP kasus pengrusakan tanaman padi yang di laporan ke polisi oleh H. Hardin sementara berperoses di kejaksaan Negeri Kolaka dan sementara penyidik sudah mengantongi terduga dan sambil menunggu hasil dari kejaksaan Negeri Kolaka”

Kades Iwoikondo Jadi Tersangka, Ini Kata Ketua Tim Investigasi Lidik Pro

Saat ini, Kades Iwoikondo Amiruddin kini jadi tersangka dan sudah dalam proses penyidikan oleh Polres Kolaka , Provinsi Sulawesi Tenggara.

” Kades yang menjual barang bukti itu sudah dijadikan tersangka oleh Polres Kolaka dan sudah diproses ” Ungkap Harianto Syam kepada media.

Harianto Syam bahkan menambahkan kalau memang ada Indikasi kuat Amiruddin selaku Kades di daerah itu telah melakukan pencurian padi milik H.Hardin.

Menurut Harianto Syam, Amiruddin selaku kades seharusnya melakukan konfirmasi atau kesaksian dari pemilik terlebih dahulu sebelum panem tanaman padi hingga dijualnya itu. Harga jual pun bahkan tidak diketahui seandainya LIDIK PRO tidak datang mempertanyakan kasus ini. Tutup Harianto Syam.


Abdul Nazaruddin

Rujadi

Andi Edy Manaf

H.Askar

Harris Pratama