,

LIDIK PRO : Kasus Pengrusakan Tanaman Padi Siap Panen di Kolaka Bergeming Karena Ini …

oleh -391 views
Ketua Investigasi Lidik Pro
Ketua Investigasi Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (LIDIK PRO) Harianto Syam yang terjun langsung ke Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) , Jumat 16/3/2018)

Kolaka,suaralidik.com – Kasus pengrusakan tanaman padi siap panen yang terjadi di wilayah desa Iwoikondo, Kecamatan Loea Dusun 2 Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara masih bergeming.

Sawah milik H.Hardin P seluas 2 hektar siap panen telah dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan racun yang mengakibatkan tanaman padi siap panen tersebut rusak parah dan gagal panen.

Lahan pertanian dalam wilayah desa Iwoikondo ini terbilang produktif lantaran irigasi yang sangat bagus, Air mengalir dari pegunungan sangat mendukung dan memudahkan petani dalam mengelolah dan mendongkrat hasil produksi sawahnya.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Investigasi Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (LIDIK PRO) Harianto Syam yang terjun langsung ke Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) , Jumat 16/3/2018)

“…lahan sawah milik H.Hardi itu memang sangat subur dan tergolong sawah kelas 1 di wilayah itu dan bisa saja ini bisa memicu kejahatan orang lain untuk memiliki lahan ini dengan cara merampasnya…” Jelas Anto kepada media, Sabtu (18/3/2018)

Saat ditanya soal oknum pelaku pengrusakan tanaman padi siap panen tersebut, Ketua Investigasi Lidik Pro ini mengungkapkan jika Lembaganya masih dalam proses investigasi lebih mendalam lagi.

“…Kebenaran selalu terungkap,Kebusukan yang tersebunyi tetap akan tercium, Lembaga kami (LIDIK PRO) masih dalam proses pendalaman kasus dan Insya Allah kami siap bantu masyarakat yang terdzolimi di sana…” Tegasnya

Ditambahkannya kalau kasus ini bergeming lantaran ada indikasi kuat permainan oknum yang tidak bertanggung jawab , disamping itu harga sawah makin tinggi dan bisa capai 350 juta per lahan seluas 2 hektar dengan hasil panen 50-54 juta per musim.

“…Kami sudah mengantongi beberapa data sebagai bukti dan akan melakukan tindak lanjut setelah pulang dari jakarta..” Tutup Anto

Sementara itu, Sekjend Lidik Pro Muh Darwis K membenarkan kalau kasus ini sedang ditanganinya dan menyebutkan kalau sudah pernah terjadi kasus serupa sebelumnya namun tidak ada upaya penyelesaian yang baik.

Dikatakannya Ketua Investigasi dalam beberapa waktu kedepan dijadwalkan berangkat ke Palu setelah dari Jakarta dan kembali menindak lanjuti kasus pengursakan lahan pertanian tersebut.(***BCHT)