,

LIDIK PRO mendukung Ketua KEJARI PAREPARE Mengusut Tuntas Patung Kuda Kereta Kencana

oleh

PAREPARE,suaralidik.com — Pembangunan Patung Kuda Kereta Kencana yang menjadi Polemik, tengah didalami oleh Kejaksaan Negeri Parepare, Kegiatan yang dilaksanakan dan dibangun oleh Badan Lingkungan Hidup kota Parepare, tepatnya di Jalan Baumasepe, kembali Nol kelurahan Sumpang MinangaE, Kecamatan Bacukiki Barat.

Kepala Kejaksaan Negeri Parepare dalam keterangannya “Minggu lalu kita sudah mintai klarifikasi Kepala badan, dan sudah ada hasil klarifikasinya, ” ujar Reskiana Ramayanti.

Songko To Bone dan Patung Kencana

Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara sangat menanggapi Positif bila segera mengusut proses-proses Kegiatan Revitalisasi Taman Cappagalung. “karena kami juga sudah menyurati Ketua DPRD Kota Parepare, untuk Hearing mengenai Pekerjaan ini, dan tembusan surat kami tujukan pada beberapa Instansi terkait, termasuk Kepala Kejaksaan Negeri Parepare dan KAPOLRESTA PAREPARE, namun DPRD sangat lambang  menanggapinya”. Urai Ketua LIDIK PRO Parepare, A.R.Arsyad Rauf.

LIDIK PRO RAKYAT NUSANTARA siap dan mendukung langkah-langkah Ibu Ketua KEJARI Kota Parepare, karena LIDIK PRO sudah meninlai bahwa Kegiatan ini terkesan sangat dipaksakan Pelaksanaannya hingga beberapa proses Penganggaran, tender dan Pelaksanaannya sudah menyalahi ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada.

Kepala Badan Lingkungan Hidup, Amir Lolo, saat dikonfirmasi enggan mengangkat telepon selulernya. Selasa 20 Februari 2018.

Sekedar Diketahui, Pembangunan patung kereta kencana ini merupakan program revitalisasi taman cappagalung tahun 20177, namun baru dilakukan pada 8 Januari lalu. proyek pembangunan patung kereta kencana senilai lebih dari Rp 1 miliar. Yang mana penganggaran ini ditolak oleh Legislatif namun yang menjadi pertanyaannya, mengapa bisa dianggarkan lagi?

Sekretaris Komisi III Parman, sebelumnya mengungkapkan bahwa pada pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan di bulan Oktober – November 2017 lalu, kegiatan revitalisasi taman Cappa Galung yang anggarannya sebesar Rp850 juta itu dihapus, dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) meminta anggaran itu dikembalikan. Namun kata Parman, pengusulan proyek revitalisasi taman Cappa Galung, kembali disepakati dengan catatan, tidak ada pembangunan patung kereta kencana, karena nomenklaturnya adalah taman Cappa Galung. (Ris/AD)