LIDIK PRO Selayar Temukan 3 Item Pekerjaan di Desa Menara Indah Yang Tidak Tuntas dan diduga Kuat Miliki 2 RAB

oleh
Kepala Desa Menara Indah -Selayar
Kepala desa Menarah indah, alias Mustapa saat ditemui lapangan putsal yang bermasalah, Selasa 17 April 2018

Kepulauan Selayar,suaralidik.com –  Desa Menara indah Kec. Bontomatene Kab. Kep. Selayar yang terletak diujung paling utara daratan kepulauan Selayar yang terdiri dari pulau kecil mungil dan juga boleh disebut pulau Wisata dengan memakan waktu dalam perjalanan menuju ke pulau indah itu kira-kira  kurang lebih 10 menit naik joloro (perahu kecil).

Desa ini dikenal bahwa mata pencarian masyarakatnya dominan adalah melaut . jumlah rumah penghuninya kurang lebih 170 buah rumah yg tediri kurang lebih 400 jumlah wajib pilih atau kurang lebih 600 jumlah jiwa.

Pada tanggal 17 April 2018 tepat hari selasa, Tim Investigasi Lidik Pro Kepulauan selayar berkunjung ke desa Menara Indah untuk proses investigasi atas dasar laporan masyarakat yang tidak ingin disebut identitasnya.

Dari hasil Investigasi Lidik Pro bersama Tim Suaralidik.com, ditemukan terdapat 3 (tiga) item pekerjaan yang didanai melalui APBD desa dan tidak tuntas sampai sekarang yakni pengadaan sampan fiber 30 unit, pembangunan lapangan putsal dan pekerjaan tanggul penahan ombak.

Khusus pengadaan sampan fiber sebanyak 30 unit , baru 13 unit sampan fiber yang ada dalam hal ini masih tersisa 17 unit lagi. Kepala desa Menara Indah Mustapa yang ditemui langsung memberikan klarifikasi kalau dirinya sebagai kepala desa berjanji  secepatnya akan dituntaskan hingga 30 unit .

Selain itu, dalam pembangunan lapangan putsal dengan APBD desa sebanyak 116 juta rupiah tetapi yang ditemukan dalam Rencana Anggaran Biaya hanya 97 juta rupiah. Kepala desa yang dikonfirmasi langsung dalam hari itu juga ternyata tidak mengakui bahwa RAB yang dipakai bukan yang 97 juta rupiah akan tetapi tetapi RAB 162 juta rupiah.

Sementara berbeda dengan data dari seorang anggota BPD yang bahkan hadir menyaksikan disaat dikonfirmasi dan klarifikasi dengan pihak kepala desa sehingga Kepala desa Menara Indah ini diduga kuat memiliki dua RAB .

Daeng Mamile yang dri Lidik Pro memduga jika RAB yang berbeda ini ada yang dibuat sebelum dikerjakan dan ada yang juga setelah pekerjaan lapangan putsal tersebut tidak tuntas.

“Ada 2 RAB yang berbeda, kurasa ada RAB dibuat sebelum dan sesudah pekerjaan guna menguhndari temua saja” ungkap Dg Mamile kepada Media.

Kepala desa beralasan bahwa hal itu tidak selesai lantaran anggaran yang disipakan hanya 116 juta rupiah sedangkan yang buatkan oleh konsultannya adalah Rp 162 juta dan itulah sebabnya hingga pekerjaan lapangan putsa itu tidak selesai.

Kepala desa berjanji secepatnya akan membawah RABnya ke Sekertariat LIDIK PRO kabupaten kepulauan Selayar. namun hingga berita ini diterbitkan sang kepala desa pun tak kunjung datang l membawa dukumen yang dia janjikannya.

Item yang ketiga adalah pekerjaan tanggul penahan ombak . Menurut data yang diterimai,  dalam bistek anggaran ada pengadaan kayu holasa untuk tiang patok penahan tanggul dengan ukuran 12×12 cm akan tetapi kenyataan yang dilihat dilapangan kayu yang dia pakai, adalah kayu yang diameter lingkarannya hanya 15 cm.

Terkait dengan hasil temuan ini, Kepala desa Menara menjelaskan jika ini juga RABnya bukan kayunya 12×12 cm melainkan 15 cm dan RAB itupun diperlihatkan setelah dilakukan pengecekan.

Katanya ada di keuangan . makanya diduga bahwa setelah pekerjaannya tidak tuntas maka beliau membuat RAB baru untuk meloloskan pertanggung jawabanya..
Nah dalam kaitannya dengan hal – hal yg seperti apa yg disaksikan melalui kegiatan pembangunan desa menara indah atau yg serupa dengan desa tersebut maka dhimbau kepada pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar agar cek ulang fisik dilapangan setelah habis perpanjangan kebijakan sampai per 31 Maret. 2018,.( ***Daeng mamile)