Demo: LIDIK PRO,KNPI dan Ormas Yang Berhimpun Tuntut Kajari Bulukumba Dicopot

oleh
Kejari Bulukumba
Aksi demo Lidik Pro,KNPI dan ormas terhimpun lainnya di depan kantor Kejari Bulukumba, Mereka protes kinerja dan menuntut Kajari Bulukumba untuk mundur dari jabatannya, Rabu (9/5/2018)

Bulukumba,suaralidik.com – Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (LIDIK PRO) bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Bulukumba serta ormas yang berhimpun,  menuntut Kajari Bulukumba di copot dari jabatannya, Rabu (9/5/2018)

Dalam aksi demo yang berdurasi kurang lebih 2 jam ini merupakan aksi demo lanjutan pekan lalu yakni menuntut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) M Ikhsan untuk mundur dari jabatannya karena dinilai tidak mampu menuntaskan sejumlah kasus yang ditanganinya.

Pantuan langsung suaralidik.com, Koordinator aksi demo Iwan Gallarang menyuarakan dengan nada keras “Kejaksaan Bulukumba tajam ke bawah, namun tumpul ke atas. Hanya mampu menyelesaikan kasus kecil. “Korupsi menghancurkan daerah, menyengsarakan rakyat,” Tegas mantan ketua HMI Bulukumba ini.

Sementara itu, Ketua Investisgasi Lidik Pro Harianto Syam yang ambil bagian sebagai orator, menilai jika Kajari Bulukumba bersipat pengecut lantaran terindikasi meninggalkan tempat dengan sengaja.  Aksi demo pekan lalu sudah disampaikan dengan sangat jelas jika Lidik Pro bersama KNPI dan ormas lainnya akan kembali gelar aksi demo yang sama.

Harianto syam  dalam orasinya pekan lalu menantang Kajari Bulukumba untuk berdebat secara terbuka terkait kasus yang disebutkan Kajari yang katanya sudah dituntaskannya yang justru menimbulkan tanda tanya besar oleh demonstran.

“Saya tantang pak Kajari bulukumba untuk berdebat secara terbuka tentang kasus-kasus yang menurut pak Kajari sudah tuntas namun sangat tidak transparant sama sekali, salah satu contoh, Kajari mengatakan kalau kasus Alkes dan kasus penjualan Taman Hutan Raya (Tahura) sudah ada pengembalian dari pelaku kurang lebih 2 miliar dan sudah dikenakan hukuman badan, tetapi tidak menyebutkan nama pelaku itu sama sekali” tegas Harianto syam dalam orasinya pekan lalu di depan kantor Kejari Bulukumba.

Harianto syam kepada media ” saya menepati janji saya untuk kembali ke Kejari Bulukumba berdebat secara terbuka biar masyarakat bulukumba ikut menyaksikan seperti apa kinerja kajari Bulukumba sekarang ini, tetapi memang sangat mengecewakan karena justru Ia tidak ada ditempat pada hal sudah disampaikan sejak minggu lalu” Kesal Ketua Investigasi Lidik Pro ini.

Aksi demo yang berlangsung sekitar pukul 15:00 WITA, memicu kekesalan dan kekecewaan para demonstran hingga membakar ban lantaran Kajari Bulukumba yang diharapkan memberikan respon langsung terhadap tuntutan demonstran tidak ada di tempat dan hanya diwakili oleh Kasi Pidum dan Intel Kejari.

Melalui mimbar terbuka demonstran, Kasi Pidum berjanji akan menuntaskan kasus Tahura,Dana Desa,kasus Pasar Bontobahari dan beberapa kasus lainnya yang masih dalam proses penanganan Kasi Pidum Saat ini.

“Kami akan menuntaskan kasus Tahura,Dana Desa,Pasar Bontobahari dan beberapa kasus lainnya dalam waktu dekat ini, kami akan menjadikan tersangka kepada pelaku-pelaku yang terlibat dalam kasus-kasus tersebut” tegas Kasi Pidum kejari Bulukumba.

Ditempat yang sama, Ketua Lidik Pro DPC Bontobahari Andi Bali Raja yang ikut serta dalam aksi demo, menyerahkan dokumen laporan pasar Bontobahari yang dinilai menyalahi bestek. Andi Bali raja berharap, dengan dokumen laporan ini bisa membantu pihak kejari Bulukumba mengungkap kasus pasar Bontobahari yang masih status mandet.

“khusus kasus pasar Bontobahari, saya serahkan bukti-bukti baru ke pihak Kejari Bulukumba dan saya berharap bisa menjadi referensi tambahan dalam mengungkap kasus pasar Bontobahari yang masih mandet ini” ucap Andi Bali raja kepada media.

Demonstran yang terus menyuarakan ketidakpuasannya dengan kinerja Kejari Bulukumba secara serentak meneriakkan agar Kajari Bulukumba M Ikhsan mundur saja dari jabatannya.

” Copot Kajari Bulukumba, Copot Kajari Bulukumba…” suara tersebut terus berulang hingga aksi demo yang dikuti sekitar puluhan demonstran ini selesai. (***RSWN/BCHT)