Limbah B3 Tambang Lanut Talugon Ancam Kerusakan Ekosistem Desa Buyandi Bolmong Timur

oleh -7 views
Aliran limbah B3 dari Bak Limbah mengalir ke kebun warga

BOLTIM, Suaralidik.Com – Setiap musim hujan datang, Masyarakat Desa Buyandi mulai resah. Pasalnya limbah beracun asalnya dari tambang Desa Lanut meluap dan merembes ke desa buyandi.

Bahkan limbah tambang jenis B3 itu mengancam rusaknya lahan  dan  tanaman masyarakat.

Selain merusak tanaman, aromba B3 menimbulkan bau, uap beracun yang tidak enak. Kondisi ini sudah berlangsung  lama.

Endi mamonto warga moyongkota pemilik lahan di Talugon merasa sangat kecewa karena kebunya rusak diakibatkan limbah B3 yang dihasilkan dari tambang lanut Talugon.

Menurut Endi, tak seorang pun oknum pengusaha tambang emas itu mau bertanggung jawab. Padahal limbah mereka sudah merusak kebun warga lain.

Kepala Desa (Baca : Sangadi) Lanut Donal Mumek ketika dikonfirmasi  membenarkan kalau limbah B3 telah merusah lingkungan dan kebun milik warga.

Sebagai Sangadi, dia telah memfasilitasi oknum pengusaha dengan pemilik lahan. Namun, hanya 1 orang yang bersedia membayar ganti rugi. Lebih banyak yang tidak mau bertanggung jawab.

Hasil investigasi media ini, diperoleh, bahwa aliran limbah berasal dari tambang  Lanut lokasi Talugon.

Salah satu pengusaha  tambang lanut yang  disebut-sebut memiliki bak limbah Jon Roring, tak dapat memberi keterangan.

Bahkan, nomor telepon selular yang diberikan istrinya tidak dapat dihubungi. Terkesan, pengusaha penghasil limbah B3 itu menghindari wartawan yang melakukan konfirmasi.

Kondisi lingkungan yang sudah rawan itu membuat Edwin Hatam ketua LPK RI angkat bicara.

Dikatakannya, bila hasil investigasinya memenuhi unsur pengrusakan lingkungan. Maka, kasus ini akan dilaporkan ke penegak hukum.

Gubernur Sulawesi Utara bersama Forkopimda Sulut diminta untuk menutup wilayah tambang yang sudah merusak lingkungan itu.(***Agus)