LMP Bulukumba dan Sulawesi Selatan Gelar Wisata Religius bertepatan 1 Muharram 2016

oleh
Anggota LMP Bulukumba dan LMP Sulsel saat memanjatkan Doa di makam Sultan Daeng Radja, Minggu (2/10) - DOK.SUARALIDIK,com

SUARALIDIK.com,BULUKUMBA – Ratusan Anggota Laskar Merah Putih Kabupaten Bulukumba dan Provinsi Sulawesi Selatan , mengelar wisata religius di Makam Haji Andi Sultan Daeng Radja di Kelurahan Matekko Kecamatan Gantarang dan Makam Datu Ri Tiro di Kelurahan Ekatiro Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan,Minggu (2/10).

Wisata Religius di gelar di dua tempat ini bertepatan dengan 1 muharram 2016 sebagai bentuk penghargaan Laskar Merah Putih terhadap dua tokoh Nasional di Sulawesi Selatan.

Sekretaris Markas Cabang Laskar Merah Putih Kabupaten Bulukumba,Eka Satria Irawan,mengatakan Haji Andi Sultan Daeng Radja ,lahir di Matekko, Gantarang, Bulukumba, 20 Mei 1894 , meninggal di Rumah Sakit Pelamonia Makassar, Sulawesi Selatan, 17 Mei 1963 dengan umur 68 tahun.

Haji Andi Sultan Daeng Radja adalah seorang tokoh kemerdekaan Indonesia dan pahlawan nasional dari Sulawesi Selatan.

Menurut Eka Satria Irawan ,Haji Andi Sultan adalah putra pertama pasangan Passari Petta Tanra Karaeng Gantarang dan Andi Ninong.

Semasa muda, Sultan Daeng Radja dikenal taat beribadah dan aktif dalam kegiatan Muhamamadiyah dan merupakan pendiri Masjid Tua di Ponre yang pada jamannya terbesar di Sulawesi Selatan. ujar Eka.

Anggota Laskar Merah Putih Kabupaten Bulukumba dan Sulawesi Selatan meninggalkan Makam Haji Andi Sultan Daeng Radja setelah mengelar doa bersama.

Anggota LMP Bulukumba dan LMP Sulsel saat memanjatkan Doa di makam Sultan Daeng Radja, Minggu (2/10) - DOK.SUARALIDIK,com
Anggota LMP Bulukumba dan LMP Sulsel saat memanjatkan Doa di makam Sultan Daeng Radja, Minggu (2/10) – DOK.SUARALIDIK,com

Sementara di Makam Datuk ri Tiro, anggota Laskar Merah Putih juga mengelar doa bersama yang di pimpin oleh ustad  Muhammad Sudirman.

Menurut sejarah Datu Ri Tiro yang bernama asli Nurdin Ariyani/Abdul Jawad dengan gelar Khatib Bungsu adalah seorang ulama dari Koto Tangah, Minangkabau yang menyebarkan agama Islam ke kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan serta Kerajaan Bima di Nusa Tenggara ,sejak kedatangannya pada penghujung abad ke-16 hingga akhir hayatnya.

Dia bersama dua orang saudaranya yang juga ulama, yaitu Datuk Patimang yang bernama asli Datuk Sulaiman dan bergelar Khatib Sulung serta Datuk ri Bandang yang bernama asli Abdul Makmur dengan gelar Khatib Tunggal menyebarkan agama Islam ke kerajaan-kerajaan yang ada di wilayah timur Nusantara pada masa itu.

Datuk ri Tiro bersama dua saudaranya, Datuk ri Bandang dan Datuk Patimang menyebarkan agama Islam di wilayah Sulawesi Selatan dengan menyesuaikan keahlian yang mereka miliki masing-masing dengan situasi dan kondisi masyarakat yang akan mereka hadapi.

Anggota LMP Bulukumba dan LMP Sulsel saat memanjatkan Doa di makam Datuk ri Tiro, Minggu (2/10) - DOK.SUARALIDIK,com
Anggota LMP Bulukumba dan LMP Sulsel saat memanjatkan Doa di makam Datuk ri Tiro, Minggu (2/10) – DOK.SUARALIDIK,com

Datuk ri Tiro yang ahli tasawuf melakukan syiar Islam di wilayah selatan, yaitu Tiro, Bulukumba, Bantaeng dan Tanete, yang masyarakatnya pada waktu itu  masih kuat memegang budaya sihir dan mantera-mantera.

Sementara Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih Kabupaten Bulukumba, Irwan  Natsir , Mengatakan wisata religius 1 Muharram setiap tahunnya akan di gelar dan menjadi Agenda tahunan Markas Cabang Laskar Merah Putih Kabupaten Bulukumba.

REDAKSI ; andi awal-suaralidik.com