Aksi Buruh Internasional; PT.Lonsum Tbk Balambise Merampas Tanah Rakyat Bulukumba

oleh
PT.Lonsum Tbk Balambise
Aksi unjuk rasa menuntuk PT.Lonsum Tbk Balambise Merampas Tanah Rakyat Bulukumba

Lidik Bulukumba – Ratusan Massa melakukan Aksi Gabungan untuk memperingati Hari Buruh sedunia 01 Mei dan 02 Mei 2016 Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), lembaga yang tergabung dalam aksi yaitu Front Pembela Rakyat (FPR), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pemuda NU, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan lembaga-lembaga buruh yang ada di kabupaten Bulukumba, aksi yang di titiknya di depan Kantor Bupati Kabupaten Bulukumba pagi tadi senin, 02 Mei 2016.

PT.Lonsum Tbk Balambise
Aksi unjuk rasa menuntuk PT.Lonsum Tbk Balambise Merampas Tanah Rakyat Bulukumba

Salahsatu kordinator aksi menyampaikan, bahwa aksi ini adalah aksi damai untuk memperingati hari buruh Internadional minggu 01 Mei kemarin dan Hari pendidikan Nasional 02 mei hari ini, Rudi Tahas dalam orasinya menyampaikan “turunnya kita di jalan ialah karena masih adanya persoalan yang belum terselesaikan di kabupaten Bulukumba, khususnya masalah Ribuan hektar tanah petani dan ulayat masyarakat adat Kajang, yang di rampas oleh Pihak Perusahaan Karet yaitu PT.Lonsum Tbk, dan perampasan tanah yang dilakukan oleh Negara melalui Taman Hutan Raya (Tahura) yang merampas hak Masyarakat Bonto Bahari, dan penindasan yang terjadi di derah pesisir dengan akan adanya reklamasi dan pembangunan proyek Waterfront city yang akan merampas mata pencaharian nelayan tradisional dan petani rumput laut yang ada di daerah ini. Juga PT Lonsum merampas upah dan tidak memenuhi hak-hak Buruh”, Rudi Tahas, Orasinya.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Irwanto dalan orasinya menyampaikan bahwa “Negara ini adalah negara yang dikuasai oleh Cukong Kapitalisme, program pemerintah dalam hal ini adalah BPJS adalah merupakan sebuah modus operandi Perampokan akan uang rakyat yang secara Sistemik, karena jaminan kesehatan yang diharapkan itu tidak sesuai dengan harapan rakyat, malah yang ada adalah kesusahan yang tak terselesaikan, pemerintah kiranya menghapus program itu karena tidak sesuai kebutuhan masyarakat, dan yang paling membingungkan adalah, kenapa pemerintah ingin membabani pajak kepada pemuda dan Mahasiswa dengan NPWP, bukankah itu suatu modus juga, ini merupakan suatu yang tak dapat kita pahami, karena dengan kondisi perekonomian rakyat saat ini, tidaklah kemudian menjadi solusi untuk pembangunan, baik secara SDM maupun SDA, Rezim Jokowi -Jk ini adalah resim kapitalisme yang hanya menguntungkan kaum-kaum kapital”, Irwanto Orasinya.

Aksi yang berlansung ramai, diterima oleh Wakil Bupati Tomi Satria Yulianto di halaman Kantor Bupati Kabupaten Bulukumba, menyampaikan bahwa “pemerintah akan melakukan ststekholder meating dengan pemangku kepentingan agar reformasi agraria di bulukumba dapat kita wujudkan, kami hanya akan mencari waktu untuk melakukan pertemuan dengan pihak lonsum untuk membangun komunikasi dan negosiasi dengan pihak lonsum, Tomi Satria, cetusnya.

“Pihak pemerintah akan melakukan revisi data terkait masalah jaminan kesehatan yaitu BPJS karena masih ada 16 ribu lebih slok BPJS yang blom dimamfaatkan oleh masyarakat, padahal seharusnya seluruh masyarakat harus punya BPJS, kami akan meminta pihak dinas terkait yaitu dinas kesehatan, dinas sosial dan Catatan Sipil untuk mengimputalisir masyarakat-masyarakat yang blom terdata, dan pemerintah akan membahas tentang dana taktis untuk mengakomodir masyarakat yang tidak sempat terdaftar dalam program BPJS di daerah kita Bulukumba”, Tomi, tambahnya.AL#