LSM Desak DPRD Kabgor Naikan Status Perkara Proyek Fiktif Ketinggkat Pansus

oleh -

Foto : Angota LSM Spak Dan Anvibi Ahmad Fajrin dan Robin Bilondatu,(foto istimewa).

Gorontalo, Suaralidik.com – Anggota Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM) Spak dan Anvibi, Ahmad Fajrin dan Robin Bilondatu mendesak DPRD kabupaten Gorontalo untuk segera menaikan stutus perkara proyek fiktif yang terjadi di BPBD Kabgor ketingkat Pansus.

“Kami minta DPR menaikan status proyek fiktif dan pencairan dana senilai 2 M oleh Bank Sulutgo ketingkat pansus”,tegas anggota LSM Spak Ahmad Fajrin kepada awak media usai menghadi rapat dengar pendapat terkait proyek fiktif di Gedung DPRD Kabgor, Rabu 26/06/2019.

Menurut pria yang sering disapa Fajrin ini, ada beberapa hal yang perlu ditegaskan, diantanya mendesak teman-teman DPR kabupaten Gorontalo dalam hal ini Komisi lll segera melakukan pansus.

“Ada beberapa kejanggalan dari pernyataan analis dan pihak cabang SMS yang menurut kami saling bertolak belakang”,ucap Fajrin.

Yang kedua, lanjut Fajrin, terkesan teman-teman dari Bank Sulutgo terutama Direktur Cabang Limboto tidak menghargai teman-teman DPR, dengan kata lain saat RDP berlangsung beliau minta ijin untuk sholat kemudian sudah tidak kembali lagi.

“Sehingga kami meminta DPR untuk lebih menggali terkait persoalan ini. Karena anggaran yang dikeluarkan oleh pihak bank Sulutgo ini cukup besar, dan itu hanya dicairkan begitu saja tampa mengkorscek terlebih dahulu kepihak pemilik pekerjaan,”tutur Fajrin

“Jika tidak ada standar operasional yang diterapkan oleh pihak Bank Sulutgo dalam hal pencairan pinjaman cukup besar dan hanya bermodalkan kontrak yang bodong maka kami meminta DPR segera mengintruksikan pemerintah untuk menarik seluruh saham pemerintah yang ada dibank tersebut,”sambung Fajrin.

Fajrin khawatir jangan sampai hal ini sudah berulang kali terjadi tapi hanya perkara ini yang terungkap kepublik.

“Kami sepakat akan terus mengawal kasus ini dan rencananya kami akan menggelar demontrasi besar-besaran didepan Kantor Bank Sulutgo Cabang Limboto”,tutup Fajrin.

Ditrempat yang sama Anggota LSM Anvibi Robin Bilondatu mengungkapan, perka ini sangat menarik, karena menyangkut uang rakyat yang dititipkan di Bank Sulut. Sehingga ada kepedulian dari semua pihak baik dari aktifis ataupun para penggiat anti korupsi untuk berharap kepada DPR agar konsisten untuk memberi ketegasan kepada pihak Bank.

“Karena kami nilai ada sesuatu yang keliru dalam proses keluarnya cessie 2 M. Sehingga ini menimbulkan masalah yang berbelit-berbelit. Kami menduga jangan sampai ada orang dalam yang ikut bermain dalam pemulusan cessie sehingga dana 2 M ini bisa tercairkan dan ini sangat merugikan daerah ini”,ungkap Robin.

“Kami akan terus mengawal kasus ini dan mendorong pihak DPR untuk dinaikan statusnya kepansus, jikalau pun direkomendasikan Direktur Bank Sulutgo cabang Limboto harus dicopot, karena secara tidak langsung dia terlibat bertanggung jawab atas proses kejadian yang sangat memalukan dan mencorang nama baik daerah ini”,lanjtu Robin,(***Rollink).