LSM Lidik Pro Kritisi Adanya Tim Pengusut ASN Yang Dilakukan Petahana

oleh
Petahana Walikota Parepare Membentuk Tim Untuk Menyelidiki ASN Yang Tidak Memilihnya Saat Pilwalkot Kemarin

Parepare, Suaralidik.com – Pemkot Parepare dikabarkan membentuk tim khusus untuk mengusut keberpihakan ASN pada Pilwalkot lalu. Tim ini terdiri dari sejumlah pejabat eselon II yang dikenal loyal pada Walikota Taufan Pawe (TP).

“Ada pemanggilan terhadap sejumlah ASN yang dicurigai tidak mendukung TP pada Pilwalkot lalu. Mereka diinterogasi di Kantor Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur (BKPSDMA). Bahkan HP mereka harus disita saat diintrogasi. Justru introgasi itu direkam,” beber salah satu ASN Pemkot Parepare yang enggan dituliskan namanya.

Informasi yang dihimpun, tim tersebut terdiri dari Iwan Asaad (Sekda), Laeteng (Kepala BKPSDMA), Husni Syam (Inspektorat), Amran Ambar (Kadisdukcapil) dan Gustam Kasim (Tata Ruang dan Pertanahan).

Mereka yang telah dipanggil dan diintrogasi masing-masing Andi Rusia (Kepala PMTSP), Anwar Saad (Kadisnaker), Abdul Latif (Kadis Pemberdayan dan Perlindungan Perempuan dan Anak), Yodi Haya (Kadis Perhubungan), Salim Sultan, Muhlis Salam, dr Yamin (Kadis Kesehatan) dan Syamsuddin Taha.

“Hingga hari ini (Selasa, red) pemanggilan masih terus berlangsung, baik itu eselon 2, 3 bahkan eselon 4,” ungkap sumber tersebut.

Anggota DPRD Parepare Iqbal Chaliq juga mengaku telah mendengar kabar adanya tim tersebut. Dirinya siap membahas hal itu di DPRD, lantaran tidak sedikit ASN yang diam-diam mengadukan hal itu ke DPRD. “Kami di DPRD akan tanyakan kepada Pemkot Parepare. Ada apa sehingga ada tim seperti ini,” kritik Iqbal.

Iqbal, yang pada Pilwalkot lalu mendukung Faisal Andi Sapada (FAS) yang menjadi rival TP, bahkan menyebut pemanggilan itu tidak prosedural. Pasalnya, indikator ketidaknetralan adalah rekomendasi Panwaslu.

“Sementara nama-nama pejabat yang dipanggil itu tidak satupun pernah direkomendasikan oleh Panwas. Justru ada beberapa yang memeriksa pernah diusut oleh Panwas. Ini kan lucu?,” kritiknya.

Ketua LSM Mahatidana Rudy Nadjamuddin mengkritisi sikap TP yang ia sebut ‘bertangan besi’ dalam membina ASN. Pasalnya, ia curiga pemanggilan itu hanya ditujukan pada ASN yang dicurigai tidak memihak TP.

“Pemimpin yang bersikap dewasa itu memisahkan antara perbedaan pilihan pada Pilkada dengan sentimen pribadi. Mengapa hanya yang tidak mendukung TP yang dipanggil?. Ini jelas salah dan kami akan melaporkan mereka ke Komisi ASN serta menyampaikan ke Kemenpan-RB,” tegas aktivis antikorupsi tersebut.

Di tempat lain, ketua LSM Lidik Pro Parepare, AR. Arsyad, SH menilai tindakan ini bukti ketidak profesionalnya pemerintahan Parepare. Karena ASN itu sudah terperiksa oleh Panwas yang sekaitan PILKADA. “Seorang pemimpin yg bijak itu, harus mengayomi, kalau tidak disuka itu wajar, jangan jadikan Parepare kota penjajahan “ujarnya. “Kalau di NKRI ini tidak ada lagi Kolonial, indonesia telah bebas penjajahan, dan Ketua LIDIK PRO berharap tidak ada Walikota Diktator” lanjutnya. (RIS/AD)