LSM Lidik : Sikapi Kinerja Pengadilan Negeri Makassar Di Nilai Lamban

oleh

Foto: Ketua Komisi Yudisial (baju putih), Ketua LSM Lidik Bulukumba dan Takalar

SUARA LIDIK MAKASSAR,- Lembaga Investigasi Dan Informasi Kemasyarakatan (LIDIK)/ LSM-LIDIK menyikapi kinerja pengadilan yang dinilai lambat dalam mengatasi kasus seperti seorang korban yang menjalani penahanan tidak sesuai dengan putusan pengadilan.

Dalam petikan putusan yang sudah diterima korban Sahabuddin Sijaya (SS) hukuman terdakwa dijatuhi  penjara selama 3 (tiga) bulan dan 15 ( lima belas ) hari. menetapkan bahwa lamanya terdakwa berada dalam tahanan akan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Namun kenyataan yang dijalani korban selama 5 bulan lamanya.

Ketua DPC lidik Bulukumba Hari Anto Syam menjelaskan dihadapan Koordinator Komisi Yudisial penghubung Sulawesi Selatan tentang terkait peroses berjalannya kasus yang dialami SS (47)  Yang berwarga kabupaten Takalar,Kecamatan Galesong Utara yang juga mendampingi ketua LSM Lidik Takalar.

Bahwa penahanan yang dijalankan SS adalah melebihi putusan petikan pengadilan Negeri Makassar yang menvonis masa tahanan 3 bulan 15 hari. padahal hasil data yang kami terima SS menjalani masa tahanan selama hampir 5 (lima) bulan penjara.

Kemudian disini ada indikasi yang sangat jelas dimana adanya sebuah pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sementara disisi lain Ketua LSM Lidik Takalar Emal Syam pun menjelaskan akan membuat kronologi pengaduan secara tertulis di Komisi yudisial Sulawesi Selatan dan ditembuskan pula Dikomisi Yudisial RI jakarta Pusat agar kinerja Pengadilan Makassar akan selalu berpedoman kode etik perilaku hakim yang di putuskan MAHKAMAH AGUNG RI yang bernomor :047/KMA/SKB/IV/2009 dan 02/SKB/IV/2009.

Koordinator Komisi Yudisial Sulawesi Selatan Rusman Mejang,SE,SH,MH akan menindak lanjuti setiap pelaporan jika dianggap ada kesalahan dalam pelanggaran kode etik juga menunggu hasil dari tembusan Komisi Yudisial RI.  Dimana tahun kemarin ada 12 pelaporan yang sudah ditindak lanjuti dan 31 laporan melakukan Audensi.

 

Redaksi Suara Lidik