LSM Lidik Sulsel Aspresiasi Pengoprasian KM Sabuk Nusantara 50 Buka Pelayaran Antar Pulau

oleh
KM Sabuk Nusanatara 50
Muh Darwis ( LSM LIDIK SUSEL) bersama Kapten Abdul Mutalib ( Kap Kapal KM Sabuk Nusanatara 50)

Lidik Makassar– Susahnya transportasi laut yang terhubung dengan wilayah kepulauan di selatan sulawesi ini membuat masyarakat terkadang harus mengocek rupiah besar untuk tiba dikepulauan khususnya kabupaten kepulauan Selayar.

KM Sabuk Nusantara 50
Foto suaralidik.com : KM Sabuk Nusantara 50 Milik Kementerian Perhubungan saat sandar dipelabuhan Lepee Bulukumba,Jumat 13/01/2017

Jumat 13/01/2017 saat sandar di Pelabuhan Leppe Bulukumba setelah melewati rute Boddia Galesong Kabupaten Takalar Pelabuhan Mattoangin kabupaten Bantaeng,pelabuhan leppee kabupaten bulukumba,pelabuhan Kayu Adi ,Rajuni Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar,Pelabuhan Pulau Rajuni,Jinato,Jampea,Bonerate,dan Pelabuhan terakhir Meumere Nusa tenggara lalu kembali dengan rute yang dilalui hingga Stay di Makasaar.

Kapten Abdul Mutalib mengatakan bahwa kapal KM Sabuk Nusantara 50 ini milik Kementerian Perhubungan khusus untuk beroperasi khusus untuk melayani pengguna jasa antar pulau dengan biaya yang cukup murah.

Biaya yang sangat murah dan bahkan hampir sama dengan sebungkus rokok atau sebotol cocacola ,tuturnya saat ditemui langsung di pelabuhan Leppee Kab Bulukumba,Jumat 13/01/2017

KM Sabuk Nusanatara 50
Muh Darwis ( LSM LIDIK SUSEL) bersama Kapten Abdul Mutalib ( Kap Kapal KM Sabuk Nusanatara 50)

Sekertaris umum LSM LIDIK SULSEL Muh darwis k yang menyambangi langsung KM Sabuk Nusantara 50 saat sedang sandar di Pelabuhan leppee,berharap kepada para pengguna jasa/penumpang agar mendukung dan menjaga kebersihan kapal KM Sabuk Nusantara 50 karena ini sangat membantu baik dari sisi pelayanan maupun secara ekonomi.

Olehnya itu kepada semua pihak khususnya pengelola otoritas pelabuhan agar memberikan pelayanan baik kepada para penumpang maupun pelayanan dokumen kapal tutur sekertaris DPW LSM lidik Sulsel yang juga adalah Kepala Cabang dari perusahan pelayaran nasional PT.Minanga Gasing Sulawesi.

Darwis juga berharap kepada Kementerian Perhubungan agar sarana dan fasilitas KM Sabuk Nusantara 50 ini untuk dipercantik lagi dan tetap mengedepankan pemeliharaan dan pengecetan agar tak terkesan kumuh dan jorok tutup Darwis.

( gugun/drws/bcht)