Mahasiswa Berharap Pemda Butur Harus Lebih Mempreoritaskan Transportasi Darat

oleh

Regional, Lidik Butur – Buton Utara Propinsi Sulawesi Tenggara daerah kepulauan yang menghubungkan antaran beberapa kabupaten. Terkait Upaya Pemerintah Daerah dan Dinas Perhubungan Butur untuk mendapatkan bantuan kapal dari Kementrian Perhubungan membuat beberapa mahasiswa Butur angkat bicara. Jumat, (07/04/2017

Sirwan kalibu mahasiswa kendari asal Butur angkat bicara terkait usulan pemda tersebut “saya menilai dua kapal yang diusulkan oleh dinas Perhubungan Butur (DISHUB) Butur, di Kementrian Perhubungan itu akan kurang efektif karena ada beberapa indikataor yang menjadi tolak ukurnya, pertama adalah kapal-kapal tersebut akan mengangkut penumpang yang ada dipesisir wilayah Kabupaten Buton Utara”

Kita sudah ketahui bahwa berapa jumlah masyarakat pesisir Butur yang mempunyai urusan di ereke, bisa kita katakan sangat terbatas paling tinggi setiap hari kemungkinan hanya 50 an saja, Kalaupun misalnya idul adha dan idul fitri sekitar 80 saja.

Menurutnya, Belum lagi kita hitung berapa orang masyarakat yang lebih memilih menggunakan tranaportasi darat pasti akan banyak juga, kedua pemerintah akan mematikan pendapatan masyarakat setempat khususnya yang mempunyai kapal len-len yang mengantar masyarakat untuk ke ereke”

Lanjut sirwan Jadi saran saya untuk lebih bagusnya pemerintah harus melakukan survei lapangan terlebih dahulu dan mengambil berapa orang masyarakat yang punya kepentingan bisnis dagang dan lain sebagainya di Ereke setiap harinya dan itu harus dilakukan tidak boleh tidak kita harus berbicara data kalau kita mau efektikan segala kegiatan yang kita rencanakan, karena jangan sampai orang-orang pesisir yang datang ke ereke setiap harinya bisa dihitung dengan jari jangan sampai akan jadi besi Tua dan karatan di pinggir laut itu kapal”.

Sementara Akbar Muhammad yang juga salah satu mahasiswa Makassar dengan tempat terpisah menambahkan “Upaya dinas Perhubungan Butur mendapatkan bantuan kapal dari Kementerian Perhubungan, Proyeksinya, minimal mendapatkan dua unit kapal untuk melayani rute lintas penyeberangan Kecamatan Kulisusu (Ereke)-Kecamatan Bonegunu (Ngapaea) dan Kecamatan Kulisusu Utara (Lelamo)- Kecamatan Wakorumba Utara (Labuan Tobelo) memang merupakan sebuah niatan mulia, itu Hak kepala daerah masing-masing, namun semua kecamatan tersebut sudah terhubung dengan jalur transportasi laut, belum lagi daerah labuan dan lelamo yang berbatasan dengan laut Banda pastinya Masyarakat akan takut naik Kapal dan keselamatan Masayarakat siapa yang mau Jamin jika nyawa Taruhanya.”

Pemda harus lebih mempreoritaskan Transportasi Darat jangan pindah lagi transportasi laut, karna tidak bisa di pungkiri fasilitas jalan yang ada di butur itu belum terlalu memadai, masyarakat padat penduduk itu kebanyakan berada di daerah yang jauh dari namanya laut, apa lagi mengingat beberapa bulan lagi kita akan menghadapi musim penghujan yang setiap tahunya pasti jalan akan menjadi genangan lumpur pemandangan tiap tahunya “. Tegas Akbar