Mahasiswa Desak Kejari Bulukumba Sebarkan Foto Tersangka DPO Kasus Korupsi

oleh

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Himpunan Mahasiswa Islam (Hmi) Cabang Bulukumba, Rakhmat Fajar, mendesak pihak kejaksaan Negeri Bulukumba untuk menyebar luaskan foto para tersangka kasus korupsi yang melarikan diri atau masuk dalam DPO Kejaksaan.

Menurutnya, desakan pihaknya untuk menyebar luaskan foto para DPO, atas tindaklanjut pihak kejaksaan yang meminta dukungan dan bantuan agar DPO tersebut bisa diketahui keberadaanya.

“Kan selama ini kalau kita setiap aksi dan audiens, kejaksaan selalu bilang, bantu kami cari info keberadaan pelaku. Nah ini kita mau bantu cari, cuma bagaimana caranya kita bisa tau pelaku, kalau orangnya saja kita tidak tau. Makanya kasi kami fotonya baru kita sebarkan,” katanya.

Lebih lanjut beber Fajar, jika kejaksaan benar serius mengejar para pelaku harusnya sejak dulu kejaksaan menempuh berbagai instrumen. Salah satunya menyebar foto DPO korupsi baik di sosial media ataupun pamplet. Bahkan, pihaknya bersiap membantu menyebar foto para DPO sebagai bentuk dukungan Hmi dalam menangkap pelaku.

“Yang namanya DPO, pasti ada dong fotonya sama kejaksaan. Masa kejaksaan mau kalah sama tersangka. Ini sudah bertahun tahun buron, informasi tentang keduanya saya rasa tidak akan sulit didapatkan kejaksaan, yah kalau memang pak jaksa serius tangani ini. Kita ini bosan hanya dengar alasanya itu itu saja terus,” ungkapnya.

Terakhir, Fajar mengatakan, penyebaran foto foto kedua DPO tersangka korupsi perlu dilakukan, sebagai sanksi sosial bagi kedua pelaku yang telah membawa lari uang rakyat. Termasuk dengan disebarkannya foto kedua tersangka korupsi, mampu menghindarkan dan menutup ruang bagi pelaku untuk kembali melakukan hal yang sama. Pasalnya, saat ini kedua pelaku masih bebas menghirup udara selama bertahun tahun dan kemungkinan beraktifitas seperti biasa layaknya orang yang tidak tersandung masalah hukum.

” Kan kalau diseberluaskan foto fotonya banyak masyarakat bisa bantu. Jangan sampai ini tersangka kita sudah pernah minum kopi diwarkop yang sama tapi tidak kita tau. Manfaat lainnya, orang atau pihak yang kenal dengan kedua pelaku dan hendak menjalin kerjasama, bisa lebih berhati-hati, jangan sampai menjalin kerjasama lalu dikorupsi dananya. Nah yang jadi masalah dan menjadi tanda tanya kalau kejaksaan tidak mau membagi dan menyebarluaskan fotonya. Tapi saya yakin kejaksaan pasti punya foto dan bersedia menyebarluaskan itu, “pungkasnya.

Seperti diketahui, saat ini pihak Kejaksaan Bulukumba telah menetapkan 2 orang tersangka kasus korupsi sebagai DPO, atas kasus pengadaan kendaraan dinas penyuluh pertanian, dan DPO tersangka kasus pengadaan Alkes yang bergulir beberapa tahun silam, hingga kini belum terlihat perkembangannya. (RED 4)