Mahasiswa Desak Polres Bulukumba Tutup Aktivitas Tambang Illegal PT Palangkaraya

oleh
Wakapolres Bulukumba Kompol Agus Khaerul memberikan penjelasan kepada mahasiswa dari HMI Bulukumba terkait tambang illegall milik PT.Palangkaraya , Senin (22/5/17) ||SUARALIDIK.com

BULUKUMBA,SUARALIDIK.com— Kekhawatiran akan rusaknya lingkungan serta membahayakan warga sekitar, Aktivis HMI Cabang Bulukumba menggelar aksi unjuk rasa mendesak Polres Bulukumba untuk segera menutup aktifitas di lokasi tambang illegal milik PT.Palangkaraya di perbatasan Desa Swatani Kecamatan Rilau Ale dan Desa Lonrong Kecamatan Ujung Loe.

Wakapolres Bulukumba Kompol Agus Khaerul memberikan penjelasan kepada mahasiswa dari HMI Bulukumba terkait tambang illegall milik PT.Palangkaraya , Senin (22/5/17) ||SUARALIDIK.com

Aksi unjuk rasa pada Senin (22/5/17) yang digelar di pertigaan Teko jalan Ir.Sukarno Bulukumba tersebut di pimpin Korlap Supriadi alias Adi Tompel.

Dalam orasinya yang dilakukan secara bergantian tersebut, mahasiswa meminta ketegasan pihak Kepolisian Polres Bulukumba untuk melakukan penutupan tambang milik PT.Palangkaraya tersebut.

Mahasiswa juga menyerukan tuntutan dan pernyataan sikap yakni

(1) Mendesak pihak Kepolisian untuk segera menutup tambang PT. Palangkaraya karena dianggap tidak lengkap secara administrasi.

(2) Mendesak pihak Kepolisian untuk segera memberikan sanksi yang tegas kepada PT. Palangkaraya terkait penyerobotan lahan warga.

Mahasiswa dari HMI Bulukumba kemudian mendatangi Polres Bulukumba dan melakukan aksi yang sama sebelum diterima oleh Wakapolres Bulukumba, Kompol Agus Khaerul.

Kompol Agus Khaerul kemudian menerima mahasiswa dan menyampaikan bahwasanya Polres Bulukumba telah melakukan Cross Check dilapangan maupun instansi Pemerintahan terkait laporan dari masyarakat tentang adanya dugaan operasional tambang ilegal.

Polres tidak punya kewenangan untuk melakukan penutupan tambang galian apabila telah mempunyai Rekomendasi ijin penambangan. Terkait keluarnya ijin rekomendasi agar menanyakan ke Dinas Tata Ruang dan tidak menyalahkan pihak Kepolisian ” ujar Agus Khaerul.

Aksi damai mahasiswa berakhir pada pukul 12.20 WITA. (RED2)