banner 728x250

Mahasiswa Prodi PBI UM Bulukumba Gelar Seminar Pendidikan Anti Korupsi

  • Bagikan
UM Bulukumba
Foto Kegiatan Seminar Pendidikan Anti Korupsi di Kampus UM Bulukumba

Bulukumba,suaralidik.com – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2020 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Bulukumba menggelar kegiatan Seminar Pendidikan Anti Korupsi.

Seminar Pendidikan Anti Korupsi ini sebagai pengganti final tes atau tugas akhir dari mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi yang dilaksanakan di Lecture Teater Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Sabtu (3/7/2021).

banner 728x250

Kegiatan ini di buka secara resmi oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Juliana Rahman, S.Pd., M.Pd yang banyak memberikan dukungan atas kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa ini.

Dukungan juga datang dari Wakil Rektor 1 UMB sekaligus sebagai pengampu mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi.

Seminar ini mengangkat tema “Mahasiswa Dalam Upaya Pencegahan Korupsi”. dengan menghadirkan Muhammad Reski Ismail, SH. Selaku ketua Madrasah Integritas Bulukumba selaku pemateri.

Selain itu, seminar ini juga turut dihadiri oleh perwakilan BEM dan DPM serta seluruh Ketua tingkat Se-Universitas Muhammadiyah Bulukumba.

“Insya Allah harapan kita, semoga kegiatan ini dapat berkelanjutan dan saya sangat mengapresiasi mahasiswa Bahasa Indonesia 20 yang telah melaksanakan kegiatan ini” Harap Juliana Rahman.

Sementara Asdar S.Pd.M.Pd selaku Dosen pengapuh mata kuliah ini mengatakan “Tujuan dari Seminar Pendidikan Anti Korupsi ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran Mahasiswa akan bahaya kejahatan korupsi, Mahasiswa diharapkan menjadi elemen utama pemberantasan korupsi di negeri ini. Tentunya pencegahan korupsi dimulai dari Mahasiswa (Kampus). ” Ungkap Asdar dalam sambutannya

Pada kesempatan yang sama, Ahriani selaku Ketua panitia kegiatan mengatakan, “seminar pendidikan anti korupsi ini sebagai tugas akhir dalam mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi dan berharap dengan adanya kegiatan ini, Mahasiswa bisa sama-sama belajar dalam pencegahan korupsi, tentunya berangkat dari kesadaran diri sendiri serta memiliki komitmen dan bertanggung jawab” Ujarnya.

(Saenal)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *