Maknai Kemerdekaan, Bupati Boltim Bakal Abadikan Tokoh Pejuang Pemekaran Sebagai Sebutan Jalan

oleh -

Foto : Bupati Boltim Sehan Landjar SH bersama kedua anak tokoh pejuang pemekaran Boltim Alm, Chandra Modeong,(foto dok. humas).

BOLTIM, Suaralidik.com – Untuk mengenang pahlawan pemekaran Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Bupati Boltim, Sehan Landjar SH, rencanakan bakal mengabadikan sebuah jalan atas nama Chandra Modeong.

Hal tersebut diutarakannya saat bersua dengan sejumlah awak media pada pelaksanaan upacara peringatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74 tahun, Sabtu (17/8/19).

“Almarhum Chandra Modeong adalah sosok putra terbaik daerah yang berjuang tanpa pamrih. Selain itu, beliu (Chandra) adalah staf khusus Bupati, yang dikenal sebagai aktivis pejuang pemekaran, sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Boltim. Sehingga itu, saya rencanakan akan mengabadikan nama Chandra Modeong sebagai sebutan sebuah jalan disini (Boltim), nanti saya akan bahas dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terkait hal itu,” ujar Bupati Sehan selepas upacara di Lapangan Gogaluman Tutuyan.

Menurutnya, Candra Modeong, semasa hidup dikenal baik, dan merupakan salah satu tokoh muda yang sangat dikenal se Bolmong Raya (BMR), maupun Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Dimoment HUT RI yang ke-74 ini, saya selaku Bupati juga sebagai warga Boltim, atas nama pribadi menyampaikan apresiasi kepada Almarhum Candara Modeong. Pada usia ke-23 tahun Almarhum dikenal agresif, juga sebagai aktivis dalam memperjuangkan kepedulian rakyat. Semangatnya memperjuangkan daerah sampai akhir hayat,” ucapnya.

Dilanjutkannya, gaya dan sifat Chandra selalu berjuang tanpa meminta imbalan, pintar bergaul, dan tidak pendendam meskipun kepada lawannya.

“Luar biasa dia berjuang biarpun jatuh bangun, semangatnya sampai akhir hayatnya. Lihat saja perjuangannya sampe menghembuskan nafas terakhir di Jakarta, itu dalam perjuangan keluarga dan rakyatnya,” ucap Sehan.

Chandra adalah sosok yang familiar, dan peduli. Bupati mengakui sangat merindukan Almarhum.

“Saya rindu sosok beliau, semoga di Boltim masih ada yang seperti dirinya,” harapnya. (Bob).