Mantan Panwascam Lolos Jadi PPK, Begini Sikap PPS Se-kecamatan Telaga Jaya

oleh -222 views
Foto : Ketua KPU Kab. Gorontalo diminta menseriusi mundurnya PPS Se-Kec. Telaga Jaya

Gorontalo, Suaralidik.com –  Tahapan Pemilu 2019 di Kabupaten Gorontalo disinyalir akan terganggu. Lantaran semua PPS Se-Kecamatan Telaga Jaya mengundurkan diri.

Sikap keras PPS itu merupakan protes keras terhadap KPU Gorontalo. Mereka tak menerima keputusan KPU Kabupaten Gorontalo (Kabgor) Provinsi Gorontalo, yang mengakomodir mantan Ketua Panwascam Telaga Jaya sebagai anggota PPK.

Menurut ketua PPS Desa Bulota Ali Yunus bahwa, apa yang mereka lakukan merupakan bentuk protes kepada KPU Kabgor yang telah meloloskan kembali mantan ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Maslan Mansur yang baru saja diberhentikan oleh Bawaslu Kabgor.

“Dalam undang – undang Pemilu sudah jelas, bahwa yang pernah diberhentikan dari penyelenggara pemilu sudah tidak bisa direkrut kembali. Kami tidak mau ambil resiko dikemudian hari bila terjadi problem, jadi kami memilih memundurkan diri,”tutur Ali.

Lebih lanjut, Ali menhakui bahwa telah bertemu langsung dengan ketua KPU ketika mengantarkan surat pemunduran diri serta menjelaskan permasalahan tersebut.

“Ketua KPU berdalih bahwa mereka tidak mengetahui sama sekali kalau yang bersangkutan pernah menjadi ketua panwascam Talaga Jaya,”ungkap Ali Yunus dengan nada heran.

Ali menambahkan, ia bersama anggotanya siap kembali bekerja sebagai PPS bila anggota PPK yang diloloskan oleh KPU itu diberhentikan.

“Surat pengunduran kami sudah diserahkan kembali oleh ketua KPU kepada ketua PPK, namun kami mau yang bersangkutan ini harus diberhentikan sebagai PPK, jika tidak kami tidak akan mencabut surat pemunduran diri kami.”terang Ali.

Sayangnya Ketua KPU Kabgor Rasyid Sayiu saat dihubungi wartawan Suaralidik.com melalui whatsap mempertanyakan perihal tersebut tak membalasnya.

Ditempat yang terpisah Ketua Bawaslu Kabgor Wahyudin Akili saat dihubungi melalui whatsap membenarkan yang bersangkutan telah diberhentikan secara hormat oleh bawaslu sebagai ketua Panwascam, namun belum mengetahui pengunduran diri PPS Se-kecamatan Telaga Jaya.

“Persyaratan teknis untuk PPK, KPU yang mengatur. Karena ada beberapa persyaratan teknis untuk menjadi PPK berbeda dengan syarat menjadi panwascam. Sepanjang pengawasan kami saat perekrutan dan koordinasi kami dengan KPU hal tersebut hanya menjadi bahan pertimbangan, untuk kelulusan menjadi hak prerogatif teman-teman di KPU,”jelas Wahyudin Akili.

“Karena yang bersangkutan diberhentikan secara hormat sebagai panwascam, yang pasti KPU sudah mempertimbangkan hal tersebut. Kami pun ikut mengawasi proses perekrutan. Dalam ketentuan PKPU 36 2018 tidak mengatur hal tersebut, Kecuali dberhentikan tetap oleh KPU atau dewan kehormatan penyelenggara pemilu,”jelas Wahyudin.(***Rollink).