banner 728x250

Mappatunru : Ince Langke Adalah Sosok Orang Tua dan Guru Bagi Saya

  • Bagikan
Mappatunru - Ince langke
Ketua DPRD kepulauan Selayar, Mappatunru S.Pdi

Kepulauan Selayar, suaralidik.com – Belum genap setahun duduk di kursi DPRD Sulsel setelah dilantik pada 24 September 2019 lalu, Ince Langke mengembuskan napas terakhir di RS Awal Bros setelah pingsan saat sedang mengikuti rapat banggar pada hari Selasa (8/9/2020) kemarin.

Pihak rumah sakit yang memeriksa Ince Langke menyebut pria asal Selayar ini meninggal akibat serangan jantung.

banner 728x250

Di hari yang sama, jenazah Ince Langke disemayamkan di gedung DPRD Sulsel dan kemudian dilepaskan langsung pimpinan DPRD provinsi Sulawesi selatan untuk dibawa oleh pihak keluarga ke kampung halamannya di kabupaten Kepulauan Selayar.

Wafatnya Ince Langke tidak hanya membawa duka bagi insan politisi Golkar di Sulawesi Selatan.

Namun, juga berbagai tokoh dan elemen masyarakat termasuk juga yang ada di daerah.

Sosok Ince Langke Di Mata Ketua DPRD Kepulauan Selayar

Pelepasan jenazah Alm Ince langke

Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, Mappatunru mengatakan, Ince Langke tak hanya sebagai sosok penting di dunia politik tapi juga merupakan sosok seperti saudara sekaligus guru atau orang tua.

“Saya sangat kaget dan terpukul saat mendengar kabar beliau meninggal dunia, bagi saya beliau saya anggap sebagai kakak sekaligus guru saya. Kurang lebih 27 tahun terus bersama-sama beliau, Ia tak pernah lelah terus membimbing saya dalam berorganisasi, beintraksi dengan teman-teman parpol dan masyarakat hingga bisa menjadi anggota DPRD di Kepulauan Selayar juga,” tutur Mappatunru dengan suara datar saat diwawancarai langsung wartawan suaralidik.com pada Jumat (10/9/2020) pagi.

Lanjut dikatakannya, Ince langke sosok panutan dari Partai dan masyarakat yang welcome dan bersahabat semua kalangan.

Bahkan Mappatunru membeberkan kalau dirinya bisa menjadi anggota partai,pengurus partai hingga menjadi anggota DPRD dan bahkan pimpinan DPRD di Kepulauan Selayar berkat bimbingan dan arahan Ince langke.

“Saya benar-benar kehilangan dan sempat duduk lama dan termenung usai melihat video saat almarhum jatuh dan kakuh dari kursinya, terus terang saya bisa sampai seperti ini berkat bantuan,bimbingan dan araha-arahan beliau, Ia adalah orang baik”, beber Mappatunru dengan mata berkaca-kaca.

Akhir wawancara, Mappatunru berharap doa dari keluarga, politisi Golkar, sahabat dan masyarakat pada umumnya agar almarhum diberikan tempat yang layak di sisiNYA. (*DARWIS)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *