Marak Tambang Ilegal di Sekitar Polres, Aktivis GAM bersama Masyarakat Bersatu Demo Polres Bulukumba

oleh
GAM Demo Polres Bulukumba

BULUKUMBA,SUARALIDIK.com – Gerakan Aksi Mahasiswa ( GAM )bersama dengan Masyarakat Bersatu menggelar demo di depan Kantor Polres Bulukumba, Rabu (14/9/2016) siang.

Mereka membentangkan spanduk yang bertuliskan Gerakan Aksi Mahasiswa dan masyarakat Bersatu Hentikan tambang Ilegal di Bulukumba. Mahasiswa bersama Masyarakat Bersatu menganggap maraknya tambang ilegal yang mengakibatkan kerusakan alam dan meminta aparat Kepolisian jangan menutup mata dengan adanya aktifitas Tambang ilegal yang lokasinya tidak begitu jauh dari Kantor Polres Bulukumba.

Aktifis GAM Bulukumba melakukan Aksi Unjuk Rasa di Depan Polres Bulukumba terkait maraknya penambangan ilegal di sekitar Polres _ANDI AWAL/SUARALIDIK
Aktifis GAM Bulukumba melakukan Aksi Unjuk Rasa di Depan Polres Bulukumba terkait maraknya penambangan ilegal di sekitar Polres, rabu (14/9/2016) _ANDI AWAL/SUARALIDIK

Kordinator Lapangan ( Korlap)  Aksi GAM bersama Masyarakat Bersatu, Ari Puto Palasa dalam orasinya menyampaikan bahwa dengan adanya kekayaan sumber daya alam yang melimpah di Desa Taccorong Kecamatan Gantarang kabupaten Bulukumba membuktikan bahwa Bulukumba memiliki isi kekayaan perut bumi yang melimpah namun oknum -oknum yang tidak bertanggung jawab telah memanfaatkan serta merampas smber daya alam tersebut dalam hal ini penambangan pasir galian C secara ilegal.

Ini sudah terjadi sejak lama dan belum ada tindakan tegas dari petugas penegak hukum dimana para penambang ilegal ini telah memperkaya diri sendiri ,mengeruk kekayaan negara dimana itu adalah aset yangmesti di jaga di Bulukumba, menurut kami ini bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan Nomor 11 Tahun 1967 dan UU Tahun 2009 tentang Penambangan serta Peraturan Pemerintah No 23 tentang Ijin Usaha Pertambangan ” ujar Adi Puto Palasa dalam orasinya.

Sementara Masyarakat Bersatu sangat menaruh harapan besar terhadap pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Bulukumba untuk mengusut kasus tambang galian Pasiar ( Tambang galian C) yang merupakan tindakan ilegalserta dianggap melawan supremasi hukum dimana disinyalir Penegak Hukum di Bulukumba telah masuk angin atau bemain mata dengan para pelaku tambang ilegal tersebut.

Masyarakat sudah melaporkan tentang Amdal maupun kerusakan yang ditimbulkan sebanyak 3 kali, namun sampai detik ini alhasil tidak ada realisasai dlam proses penegakan hukumnya ” tandas Ari Palasa.

Dalam aksinya yang berjumlah sekitra dua puluh SAktivis GAM bersama Masyarakat Bersatu tersebut mengutuk keras penambang galian C ilegal dan menuntut Pihak Kepolisian serta membuat pernyataan sikap yang isinya :
1. Mendesak pihak Kepolidian agar segera menghentikan aktifitas pertambangan atau tambang galian C Ilegal sebelum menambah kerusakan lingkugan serta kerusakan yang ditimbulkan dengan adanya konflik sosial di dalam masyarakat.
2. Mendesak Agar Pihak kepolisian menangani kasus ini dengan profesional sesuai amanat UU No 2 tahun 2002 tentang kepolisian Negara Republik Indonesia.
3. Meminta Kepada pihak kepolisian untuk menangkap semua pelaku yang terlibat dalam kegiatan tambang galian C yang ada di desa Taccorong.
4. Meminta kepolisian harus mengambil tindakan tegas secepatnya karena hal ini sudah 3 kali dilakukan laporan sejak tahun 2015 lalu namun sampai hari ini tidak ada upaya penegakan hukum yang di lakukan pihak kepolisian.

Aktifis GAM setelah berunjuk rasa kemudian menutup salah satu lokasi tambang ilegal yang ada di Desa Taccorong, Rabu (14/9/2016)- ANDI AWAL/SUARALIDIK
Aktifis GAM setelah berunjuk rasa kemudian menutup salah satu lokasi tambang ilegal yang ada di Desa Taccorong, Rabu (14/9/2016)- ANDI AWAL/SUARALIDIK

Dalam Aksi Damai yag dilakukan oleh Aktivis GAM bersama Masyarakat Bersatu, tidak mendapatkan tanggapan dari pihak kepolisian dan pengunjuk rasa lalu menuju lokasi penambangan yang terletak di dusun Borong Kalukue Desa Taccorong dan melakukan aksi menutup lokasi tambang dan berjanji akan kembali melakukan aksi yang sama dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak di tindak lanjuti oleh Pihak Polres Bulukumba.

REPORTER ; muhardi/andi awal

REDAKSI ;andi awal-suaralidik.com