Mari Mengenal Peradaban Bulukumba Melalui Festival Pinisi

oleh

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Bagi yang masih penasaran seperti apa itu Festival Pinisi, ada baiknya meluangkan waktu untuk mengikuti seluruh atau beberapa kegiatan dari rangkaian pelaksanaan Festival Pinisi ke 8 tahun 2017 ini. Berikut paparan dari Run Down acaranya.

[Sumber Dinas Pariwisata Bulukumba]
Kamis pagi 2 Oktober, Opening Ceremony yang rencananya dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, di dermaga Leppe’e sekaligus melepas peserta Trip Kapal menuju Tanjung Bira. Di pembukaan ini akan disuguhkan pementasan sendratari kolosal persembahan Sanggar Seni Alfarabi “Pinisi Bulukumba Untuk Dunia”. Sepanjang perjalanan Trip Kapal, peserta juga akan mengikuti lomba mancing yang hasil tangkapannya disetor ke panitia untuk dinilai.

Setelah pembukaan, pengunjung atau undangan akan bergeser ke kawasan Wisata Tanjung Bira, di kawasan pantai pasir putih ini akan digelar Pinisi Expo, yang dirangkai dengan lomba kuliner tradisional,  lomba pembuatan miniatur Pinisi dan desain cinderamata. Sore harinya setelah para peserta trip berlabuh di pantai Bira, dilakukan pengundian dan penyerahan doorprize Pinisi Trip.

Malamnya bakar ikan di pinggir pantai Bira dan makan malam bersama sambil dihibur oleh penampilan artis Ati D’academy. Pada Kamis malam tersebut sekitar pukul 20.00 pengunjung juga memiliki opsi lain dengan mengikuti ritual Assangka Bala atau Appasili sebagai prosesi yang harus dilakukan sebelum peluncuran atau Annyorong Lopi yang akan dilakukan pada esok harinya di kawasan pembuatan perahu Tanah Beru Kecamatan Bontobahari.

Jumat, 3 November, ritual Annyorong Lopi dilaksanakan sebelum shalat Jumat. Prosesi ini merupakan penanda dari eksistensi peradaban yang dimiliki oleh masyarakat Bulukumba, khususnya Kecamatan Bontobahari yang secara turun temurun mendedikasikan hidupnya dalam pembuatan perahu, baik perahu Pinisi maupun perahu jenis lainnya. Berbagai simbol-simbol dari ritual tersebut hanya bisa diketahui jika melihat langsung prosesi peluncuran perahu tersebut. Pada malam harinya kembali digelar panggung hiburan dengan menampilkan Hera KDI. Selain itu akan diisi dengan lomba tari tradisional dari 10 kecamatan.

Pada Jumat malam, sekitar pukul 22.00 wita, pengunjung juga dapat menyaksikan ritual Appaletteng Ere di kawasan hutan adat Ammatowa. Ritual pada malam tersebut merupakan rangkaian dari ritual adat Andingingi pada esok harinya. Ritual ini jarang bahkan tidak ada orang yang pernah melihatnya selain warga adat Ammatowa itu sendiri. Namun dengan izin dari Ammatowa, prosesi tersebut dapat disaksikan langsung oleh orang luar kawasan adat Ammatowa.

Esok harinya, Sabtu pagi 4 November, kegiatan berfokus di kawasan adat Ammatowa, oleh karena ritual Andingingi akan dibarengi dengan prosesi  atau acara lainnya, seperti Attunu Panroli (pembakaran linggis). Andingingi itu sendiri adalah ritual adat yang dimaksudkan untuk mendinginkan alam semesta ini, agar terhindar dari bencana atau malapetaka. Sedangkan ritual Attunu Panroli adalah salah satu metode pembuktian bagi warga Kajang dalam mencari keadilan. Caranya, linggis yang sudah terbakar dan panas akan dipegang oleh para “tertuduh” melakukan kebohongan/kejahatan. Jika tangan tertuduh melepuh maka dialah pelakunya, namun sebaliknya jika tangannya tidak apa-apa, maka ia bukan pelakunya dan terbebas dari tuduhan tersebut. Selain itu, di momentum tersebut, pengunjung akan disuguhi tarian Pabbitte Passapu dan demonstrasi pertenunan sarung Kajang.

Dari Kajang, acara bergeser ke Pantai Samboang sekitar pukul 14.00 sampai 16.00 wita. Di pantai ini kita akan menyaksikan pacuan kuda Ma’dere. Di hari yang sama juga di sungai Lembang Kecamatan Ujungloe digelar lomba Perahu Katinting. Malamnya, acara kembali berpusat di Tanjung Bira untuk Closing Ceremony Festival Pinisi. Pada malam penutupan ini tetap digelar panggung hiburan rakyat, oleh artis Ayu KDI, Lidya D’academy, dan hiburan lainnya, serta pengumuman hasil dari lomba-lomba yang digelar selama Festival Pinisi.

Satu hal lagi, bagi pengunjung yang masuk di kawasan Tanjung Bira kurun waktu 31 Oktober sampai 4 November, karcis masuknya jangan dibuang. Karena karcis itu berlaku sebagai tiket doorprize dengan hadiah motor 1 unit motor yang diundi pada malam penutupan, Sabtu 4 November 2017. Tunggu apa lagi, segera siapkan waktu dan kesehatan anda. (Rls)