Marka Zona Merah, Menelan Korban.

oleh
Marka Jalan Zona Merah Depan SDN 56 Parepare Jln. Jend. Sudirman

PAREPARE, suaralidik.com – Jalan Jenderal Sudirman, adalah salah satu jalan utama di Kota Parepare, dengan berbagai variasi dan inovasi yang di tampilkan Pemerintah Kota yang saat ini menelan korban. Parepare, 24/02/2018.
Saat hujan rintik-rintik, membasahi permukaan jalan di Kota Parepare yang terkhusus Jalan Jenderal Sudirman yang merupakan Area yang dianggap Zona Merah yang berarti harus berhati hati karena adanya pengguna jalan (anak sekolah), namun area ini justru lebih banyak mencelakai pengendara yang melewati jalan ini, walau dalam keadaan sunyi senyap
Pada hari Jumat, 23/02/2018 jam 21.00, telah terjadi kecelakaan tunggal terhadap pengguna pengendara roda dua, sebanyak tiga pengendara dengan kondisi hujan rintik-rintik pada tempat yang sama yaitu depan SDN 56 Parepare.

Marka Yang Licin Mengakibatkan Kecelakaan pengendara Roda 2

Kecelakaan ini terjadi lagi malam ini – Sabtu, 24/02/2018 Jam 22.00, dengan menelan korban sebanyak 5 (lima) pengendara roda dua. Penyebab ini diduga karena pembuatan atau pengecatan Zona Merah Penyeberangan Pejalan Sekolah sebagai pengganti Zebra Cross Pengguna Penyeberangan Jalan. Yang diindikasi tidak memberi kenyamanan pada pengguna jalan yang mengedarai kendaraan (utamanya pengendara motor ) saat hujan turun dilokasi tersebut.
Cat Marka Jalan yang biasanya menggunakan Cat Thermoplastic pada jalan dan peruntukkan untuk kenyamanan para pengguna Jalan. Namun pengecatan yang terjadi pada depan lokasi SDN 56 Parepare, diindikasi menggunakan Cat biasa, yang justru lebih membahayakan pengguna jalan dengan terbukti sekian banyaknya pengguna telah dicelakai.
Sugianto yang juga Pengurus DPD LIDIK PRO Kota Parepare, menyaksikan kejadian tersebut dan tak berdaya saat melihat kecelakaan terjadi. “saya sangat sayangkan Program ini, seperti tidak memiliki kajian yang matang tentang apa yang layak pada daerah ini” ujarnya. “entah, apakah ini sudah melalui Koordinasi yang baik antara tiap instansi Seperti SATLANTAS dan Dinas Perhubungan, karena tentu mereka sudah ahli dalam hal ini, termasuk bahan yang patut dipergunakan, bukan Cat biasa” lanjutnya.
Sementara Fitri yang merupakan salah seorang warga, menyayangkan .”saya sudah melihat sendiri sejak sudah di Cat jalan ini minggu lalu, jangankan motor, mobil saja sudah beberapa hampir tergelincir lewat jalan ini”tegasnya.
Rakyat berharap Pemerintah dapat mempertimbangkan dan mengkaji setiap program-programnya, seperti Marka Jalan yang ada disetiap depan Sekolah dengan menjaga kualitas dan bahan dipergunakan. serta mengharap Pihak berwajib mengusut tuntas Proyek ini, apakah sudah sesuai dengan bestek dan teknis yang ada. (RIS/AD)