Masalah Belum Selesai, Warga Pagari Tanah Milik Pemda Bolmong

0
BAGIKAN

SUARALIDIK.COM, Bolmong – Tanah dan bangunan Sekolah Milik Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow di Serobot oleh Masyarakat . Tanah dan Gedung Sekolah Dasar Negri SDN 1 Mopait kecamatan Lolayan di berikan pagar pembatas oleh beberapa Masyarakat.

Dari hasil investigasi suara lidik.com tampak tanah yang dulunya ada bangunan Rumah Dinas Guru (RDG),Sudah dikapling oleh beberapa Masyarakat. Dari hasil Penelusuran awak media kami saat menemui salah satu Masyarakat, Bapak Haman Dao dikediamannya Selasa ( 16/1/2018 ) Menuturkan bahwa,saya bersama keluarga yang melakukan pemagaran tanah sekolah tersebut, dan saya bersama sama dengan keluarga sudah melakukan pertemuan rapat keluarga dan hasil dari pertemuan keluarga tersebut sudah menyepakati bahwa tanah yang dulunya dihibahkan oleh Kakek kami Almarhum Tangkeleng Dao, untuk sementara kami Kuasai, karena pada tahun 1957 Kakek kami mewakafkan tanah tersebut tidak di dasari dengan surat, hanya dari mulut ke mulut.

Berdasarkan itu, maka kami keluarga memutuskan, bahwa untuk sementara tanah yang di wakafkan oleh kakek kami itu masih dalam pengawasan kami keluarga, sampai pada saat permasalahan ini selesai. Agar di kemudian hari tidak ada lagi anak cucu yang keberatan atas tanah tersebut, tutur orang tua ini.

Awalnya, saya dan keluarga memutuskan bahwa tanah yang ada tersebut akan diwakafkan ke Desa, untuk Pembangunan Fasilitas yang ada di desa, tetapi sebagian keluarga tidak setuju, Tambah H.Dao.

Dari Hasil pertemuan keluarga tersebut, maka saya dan keluarga memutuskan bahwa Tanah yang ada Bangunan SDN 1 Mopait itu tetap milik dari pemerintah Daerah, Tetapi Sebagian tanah yang dulunya di dirikan bangunan Rumah Dinas Guru (RDG) itu, untuk sementara saya dan keluarga Kuasai, sampai pada proses permasalahan ini selesai, Pungkasnya.

Sementara itu Kadis Pendidikan Bolmong Renti Mokoginta, S.Pd, MAP, saat di hubungi melalui via telpon mengatakan bahwa ; “untuk sementara ini kami masih mengambil langkah persuasif dan saya sudah memanggil kepala sekolahnya untuk segera menyurat kepada pemerintah wilayah dalam hal ini Camat lolayan, untuk melakukan pertemuan bersama, yaitu mengadakan musyawarah dan mengundang pihak-pihak dalam hal ini masyarakat yang melakukan penyerobotan tanah sekolah tersebut.

Jika langkah persuasif yang kami lakukan ini tidak ada titik temu, maka akan dilanjutkan ke proses selanjutnya yaitu proses hukum. Karena tanah tersebut sudah terdaftar di Bagian Aset Pemerintah Daerah berdasarkan surat keterangan Hibah yang ditanda tangani oleh Pemerintah Desa dan Camat Lolayan sejak tahun 2005. Tutur Renti. (is/kemal)

Selamat Hari Jadi Kepulauan Selayar yang ke-412
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR