Masyarakat Lanud Laporkan Klaim Lahan, DPRD Boltim Sambangi PT Panorama

oleh
Marsaoleh Mamonto, Ketua DPRD Bolaang Mongondow Timur
Photo : Marsaoleh Mamonto, Ketua DPRD Bolaang Mongondow Timur

Boltim – suaralidik.com, Laporan dan keluhan dari masyarakat Desa Lanud, Kecamatan Modayag, terkait lahan perkebunan yang telah di klaim oleh PT Panorama, Kamis (11/10) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) turun langsung meninjau lokasi pertambangan, Senin 15/10.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Marsaoleh Mamonto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah mengunjungi langsung lokasi pertambangan PT. Panorama.

“Kunjungan itu terkait laporan masyarakat bahwa lokasi PT. Panorama ada di tengah-tengah lingkungan atau lahan perkebunan masyarakat sekitar yang telah di klaim oleh PT. Panorama,” tutur Mamonto.

Diakuinya, Dirinya kaget saat mengetahui ada perusahaan baru yang cukup besar yang akan beroperasi dalam waktu dekat ini.

“Temuan kami, Saya selaku pimpinan merasa kaget saat mengetahui ada perusahaan pertambangan emas yang hampir sama dengan perusahaan JRBM yang akan beroperasi diwilayah Boltim. Sedangkan lanjut Marsaoleh, PT. Panorama ini bukan dibawah naungan Koperasi Unit Desa (KUD) Nomontang. Namun, mereka menggunakan badan usaha KUD, jadi PT. ini ada diatas KUD,” ujarnya.

Lebih lanjut kata Mamonto, dalam hal ini apa yang dilakukan DPRD hanya sebatas pemantauan.

“DPRD telah memberikan waktu kepada pihak perusahan dan masyarakat untuk lakukan negosiasi. Kedepannya nanti DPRD akan menunggu keputusan dari kedua belah pihak apakah sudah mendapatkan titik temu, pada intinya jangan sampai ada perusahaan yang merugikan masyarakat,” ungkapnya.

Disebutnya, sesuai kesepakatan bersama dengan anggota DPRD lainnya bahwa akan mengundang dinas-dinas terkait untuk dimintakan data lengkap.

“Apabila sudah lengkap data yang diberikan oleh instansi-instansi terkait maka DPRD akan mengundang pihak perusahaan untuk lakukan pertemuan. Intinya DPRD Boltim mendukung setiap investor yang masuk namun harus mengikuti sistim sesuai dengan aturan yang ada. Disini tentunya ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengikat, kepada perushaan siapapun dia, dalam hal ini lebih mengutamakan perekrutan tenaga lokal, berikutnya memenuhi kewajiban-kewajiban perusahaan kepada desa lingkar tambang,” tegas Marsaoleh.

Diketahui, Ketua Komisi 1 Sofyan Alhabsyi dan Ketua Komisi 2 Argo Sumaiku juga turut lakukan pemantauan di lokasi pertambangan emas PT. Panorama yang sudah 80% persiapan dan siap beroperasi dalam jangka waktu dekat ini. (***bob)