Masyarakat Nelayan Galesong di Takalar Sambut Kedatangan Mukhtar Tompo

oleh
Mukhtar Tompo
Mukhtar Tompo Anggota Komisi VII DPR RI didepan warga nelayan di Takalar, Minggu (29/7)

Takalar, Suaralidik.com – Muchtar Tompo, S.Psi Gelar Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan bekerjasama dengan BPPT dalam menggunakan Teknologi Fishfinder, acara berlangsung pelelangan ikan beba, di Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sabtu (28/07/2018).

Sambutan Kepala Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Dr. Muh Ilyas menyampaikan bahwa kegiatan yang kita bisa lakukan bersama dibawah pengawasan Mukhtar Tompo meminta untuk bisa memberikan pelatihan di Kabupaten Takalar, Jeneponto, sampai Selayar. Pelatihan ini mungkin tidak bisa kita berikan peralatan keseluruh masyarakat hanya khusus nelayan, melalui kegiatan agar masyarakat bisa mendapatkan informasi baru dalam pencarian ikan dalam hal yang berhubungan dengan teknologi ini betul bisa dipahami dan kemudian kami siap membantu masyarakat.”ucapnya

Lanjut dikatakan, kami berharap beliau Mukhtar Tompo agar bisa memperjuangkan teknologi lokal agar bisa mengetahui cuaca ketika nelayan ingin mencari rezeki dilaut, dengan kegiatan ini hanya bisa membantu melalui pelatihan terkait nelayan. Semoga apa yang kita lakukan bisa bermanfaat sehingga bisa terlayani masyarakat yang dilakukan oleh Mukhtar Tompo.”ungkapnya

Mukhtar Tompo Anggota Komisi VII DPR RI Menuturkan ucapan terima kasih atas kehadiran Dinas Kelautan Kabupaten Takalar, Kapolsek Galesong Utara, Abd.Kadir, Dandim, Kepala Desa Tamasaju, H.Salle, dan banyak yang hadir Tokoh Nelayan, Tokoh Masyarakat Galesong, serta Tokoh Pemuda Galesong.

Dan sebelumnya pernah keliling melakukan kegiatan sosialisasi, termasuk jenis benih unggulan seperti bibit padi. Lahan tidak singkrong dengan data kelebihan pangan, sehingga masih banyak lahan produktif dijadikan lahan perumahan.”tambahnya

Selain itu ada banyak program ketika pemerintah daerah mau, olehnya itu pentingnya riset dalam membuat kebijakan pembangunan anggaran oleh pemerintah kabupaten Takalar dan tinggal bagaimana pemerintah daerah bisa merekomendasikan.”Tegas Mukhtar Tompo. (***Swardi)