Masyarakat SM-3T Indonesia  Mengedukasi dan Menyalurkan Bantuan Pendidikan di SMAN 1 Rindi Umalulu, Sumba Timur

oleh
LidikKupang,- Selasa, 21 Februari 2017, Yayasan Masyarakat SM-3T Indonesia (MSI) yang berkantor pusat di Makassar, mengadakan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri, sekaligus menyalurkan bantuan pendidikan dalam program LUBUK HATI, Lumbung Buku Bagi Harapan Daerah 3T Indonesia di Sumba Timur, atau lebih tepatnya di SMAN 1 Rindi Umalulu, Kecamatan Umalulu.
Kegiatan ini merupakan rangkaian terakhir dari 10 hari program mengedukasi Anak Negeri di Bumi Marapu tersebut. Setelah sebelumnya melakukan kegiatan yang sama di SDN Lukuwingir, Kecamatan Kambata Mapambuhang dan di SMPN 3 Lewa, Kecamatan Lewa.

Kegiatan ini disambut baik oleh pihak dinas pendidikan Kabupaten Sumba Timur. Saat tim Mengedukasi Anak Negeri bersilaturrahmi di kantornya (Senin, 13 Februari 2017), Sekretaris Dinas Pendidikan Sumba Timur, Bapak Ruben Nggulingdima, S. Sos., M. Pd, mengungkapkan kesyukurannya atas kesediaan MSI mengedukasi di daerahnya.

“Ini merupakan kegiatan positif yang sangat saya anjurkan dan harus dipublikasikan, agar lebih banyak lagi yang tersentuh untuk bergerak membenahi pendidikan, tak hanya pemerintah. Sehingga lebih banyak anak-anak di pelosok negeri yang terbantu.” Ungkap beliau.

Sementara itu, dalam setiap sambutannya, Direktur MSI, Akhiruddin Khaer, selalu mengajak semua pihak untuk bergotong royong membangun pendidikan.

“Pendidikan yang berkualitas merupakan investasi peradaban, yang tak hanya ditanggungjawabi oleh pemerintah, tetapi juga semua masyarakat, para tokoh, termasuk para sarjana pendidikan di seluruh Indonesia.” Ucap beliau saat penutupan kegiatan Mean di SDN Lukuwingir.

Selain itu kegiatan ini juga disambut baik oleh pihak sekolah. Dari ketiga sekolah yang didatangi, semuanya menyambut dengan ramah, menghaturkan terimakasih terbesar, dan merasa beruntung bisa terpilih menjadi sekolah yang diedukasi oleh tim MSI pusat.

Bahkan, disekolah terakhir yang diedukasi – SMAN 1 Rindi Umalulu-, tim MSI disambut langsung oleh  Kepala Sekolah dan Kepala UPTD Sumba Timur di tempat kegiatan.

“Ini kegiatan yang baik yang butuh didukung.” Ujar beliau.

Setelah mengedukasi dan menyalurkan bantuan pendidikan, Direktur MSI, Akhiruddin Khaer, mengucapkan terima kasih sekaligus memperkenalkan Yayasan MSI beserta kegiatan-kegiatannya kepada seluruh hadirin.

“Lubuk Hati dan Mean merupakan salah satu program dari MSI, yang dinaungi oleh Deputi Partisipasi Kemanusiaan dan Peduli Pendidikan. Semua kegiatan ini, merupakan hasil bergotong royong, yang kemudian disalurkan pada anak negeri.” Ujarnya

Sementara itu, Bapak Wakasek SMAN 1 Rindi Umalulu -Drs. Samuel Umbu Raubaka- menghaturkan terimakasihnya dan berharap program ini berlanjut, tidak berhenti di SMAN 1 Rindu.

“SMAN 1 Rindi Umalulu, merupakan bagian dari anak negeri, bagian dari negara ini yang juga berhak diedukasi dengan baik, juga memiliki hak dibantu yang sama dengan anak negeri lain. Terima kasih kami ucapkan kepada Direktur MSI.” Ucap Pak Wakasek setelah menerima bantuan secara simbolik.

Aprisal Al Nahli, selaku guru garis depan penempatan Sumba Timur yang ikut serta menghadiri kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MEAN) mengatakan bahwa kegiatan Mengedukasi Anak Negeri yang diinisiasi oleh Masyarakat SM-3T Indonesia berharap agar kegiatan ini
menjadi wadah penggerak bersama untuk ikut membangun negeri khususnya dibidang pendidikan, yang dilandasi pemikiran bahwa permasalahan di Indonesia tidak bisa diselesaikan oleh satu orang saja, tapi kita butuh gotong royong dan kepedulian terhadap masa depan anak-anak bangsa.

Beliau berharap  semoga dengan gerakan ini bisa menumbuhkan harapan untuk Pendidikan Indonesia yang lebih baik, serta bisa menjadi inspirasi/contoh bagi tumbuhnya gerakan-gerakan lain di negeri ini. Jadi sudah saatnyalah para pemuda/sarjana serta masyarakat pada umumnya untuk terlibat secara aktif dalam membangun pendidikan dengan asas gotong royong. Menurut beliau pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dan itu adalah tanggung jawab bersama. Pungkas Aprisal, panggilan beliau.
Buku yang diserahkan sebanyak 462 buah, berupa buku pembelajaran dan buku bacaan. Rencananya akan ditempatkan di perpustakaan dan digunakan di kelas.