Mata-Mata Airmata

oleh
MATA MATA AIRMATA

Titin Widyawati



Mataku terang
Lalu lalang lentera alam benderang
Likuk melikuk, ruang yang tenang
Nostalgianya kelam, namun tak tenggelam
Angkara mengumbar, melembar, menyambar, melontar
Langkahku pudar, lensaku nanar
Terhanyut arus sungai, dari hulu ke hilir
Dalam tepian menopang kehidupan sang lir-ilir
Namun duniaku dirobek angkara dusta
Alamku menangis karena terluka
Kala jutaan pohon mabuk dalam kepulan asap bangsawan
Matrial dalam, mengamuk, mencambuk, merengkuk,

 Kelahiran cintaku terkubur dalam ranah perkotaan

 Tak kujumpai lagi Sang Belalang

 Yang ada hanya kemilauan lentera benderang

 Hiduplah daun singkong dalam sejarah

 Menyeruaklah pendesah-pendesah nafsu dalam balutan syurgawi palsu

 Dikejar hedonisme, disanjung gengsi pri bumi

 Dan aku, budak tanpa harga diri

 Ditendang, oleh majikan tak berperi

 Kuasaku dicuri-curi

 Alamku diperjual beli

 Lembar-lembar kertasku pun, dipermainkan sang Kancil berdasi

 Dan miskin itu adalah kehidupan sejati

 Aku adalah pecundang bangsa pandai menyembunyikan makna

 Namun aku adalah mata-mata

 Dan mata-mataku menyimpan airmata

 Airmata yang bermakna karena mata-mata

 Airmata, yang mematai sebuah makna

 Dan kau............................

 Kutangkap kau dalam airmata karena aku mata-mata

 Kau, kembalikan bumi pertiwiku

 Kau, kembalikan lembaran kertasku!

 Yang kau sembunyikan di balik dasi.

Yogyakarta, 14-05-14