Mbah Goto, Kakek Tertua Di Indonesia Berusia 145 Tahun

oleh
Mbah Goto,Kakek tertua di Dunia asal sragen berusia 145 Tahun-SUARALIDIK

SRAGEN,SUARALIDIK.com – Kehebohan tengah terjadi di Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Pasalnya di desa kecil tersebut ada kakek berusia 145 tahun.

Disinyalir dengan usianya yang sangat tua, kakek ini mengalahkan Sakari Momoi, manusia tertua di dunia dari Jepang yang berusia 111 tahun.

Ya, kakek berusia 145 tahun itu bernama Sodimejo yang sering disapa Mbah Ghoto dan lahir di Sragen, 31 Desember 1870 silam. Sejumlah warga pun ternyata terkejut dan tak menyangka Mbah Ghoto kakek berusia 145 tahun itu adalah manusia tertua di dunia.

Ragil, tetangga Mbah Ghoto mengatakan, kondisi kakek berusia 145 tahun itu masih terlihat sehat. Sehari-hari Mbah Ghoto ini bisa melakukan sejumlah aktivitas tanpa bantuan dari orang lain.

Mbah Goto,Kakek tertua di Dunia asal sragen berusia 145 Tahun-SUARALIDIK
Mbah Goto,Kakek tertua di Dunia asal sragen berusia 145 Tahun-SUARALIDIK

Meski pendengarannya berkurang, ingatan dari kakek ini masih kuat dan bagus. “Ia masih bisa beraktivitas sebagaimana biasa seperti mandi dan membersihkan rumput tak jauh dari rumahnya,” ujar Ragil

Terkait adanya manusia tertua di dunia asal Sragen ini, Kantor Arsip dan Dokumentasi Sragen memiliki catatan bahwa Mbah Ghoto memang berusia 145 tahun. Dikatakan Heru Wahyudi selaku Kepala Kantor Arsip dan Dokumentasi Sragen, dari data kependudukannya, Mbah Ghoto tertulis lahir pada tahun 1870.

Data itu pun didukung dengan keterangan kakek berusia 145 tahun yang mengetahui proses berdirinya pabrik gula Kedung Banteng, Gondang, pada tahun 1880. “Saat kami ngobrol, ingatannya masih kuat meski pendengarannya sedikit berkurang,” kata Heru.

Dibenarkan Kepala Desa Cemeng, Sriyanto, usia Mbah Ghoto sudah mencapai 145 tahun dan hingga kini masih bisa beraktivitas seperti biasa tanpa harus dibantu oleh orang lain. “Hanya saja kalau untuk makan ia selalu diberi warga lain,” tutur Sriyanto.

Editor : Redaksi Suara Lidik -Andi Awal


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama