Menegangkan, Kajari Dan Dinas Kehutanan Turun Ketahura Terkait Terjualnya Tanah Kawasan 

oleh -120 views

Suaralidik.com, Bulukumba – Terjualnya tanah kawasan seluas 42 hektar atau tahura  yang terletak kelurahan Tanah Lemo Kecamatan Bonto Bahari Membuat Kajari Bulukumba Beserta teamnya turun kelokasi untuk melengkapi berita acara pengaduan masyarakat hal ini dihadiri juga dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menetapkan koordinat batas lahan tahura yang dipermasalahkan. (01/03/2018).

Ketua DPC LIDIK Pro Bulukumba Andi Bali Raja menegaskan dirinya sangat geram dengan penjualan lokasi tahura tersebut karena jika ada masyarakat yang didapati mengambil kayu bakar, maka dari polisi kehutanan menangkap dan menyerahkan kepihak yang berwajib untuk diberi sanksi bahkan parang yang digunakan mengambil kayu bakar disita tapi bagi yang menjual tanah kawasan atau pemerintah yang terlibat menerbitkan SPPT dikawasan belum diberi sanksi dan kenapa belum ada tersangka yang akan ditetapkan dalam masalah ini, mudah -mudahan pihak kajari bisa mengungkap kejahatan oknum yang terlibat dalam penjualan tanah kawasan.

Adapun ungkapan salah satu warga Bonto Bahari, Baha (69) “Sayalah yang membabat hutan tanah kawasan, karena dapat perintah dari Usman Lagaligo yang mengaku tanah itu miliknya dan saya digaji sebesar lima juta dalam pekerjaan tersebut. Awalnya saya takut, namun Usman yang mengakui tanahnya jika tanah ini kelak bermasalah dan dibawa keranah hukum maka saya sendiri yang siap bertanggung jawab untuk dilakukan penahanan.

Muh. Arifin selaku Tokoh Masyarakat yang dipercayakan menyimpan data kunjungan dari hasil penyelidikan lembaga pengawas mengungkapkan bahwa Gakum (lembaga balai pengamanan dan penegakan hukum) pernah datang dikawasan pada tanggal 26/01/2017 lalu, sebanyak tiga orang dari hasil temuan menemukan adanya perambahan dan penyerobotan di kawasan tahura investigasinya yang didapat dari masyarakat bahwa lokasi yang diklaim oleh lelaki Muh. Najib dan Muh. Usman tanah itu adalah tanah kawasan Tahura Bonto Bahari yang berdasarkan pengamatan penggambaran lokasi sasaran yang berkordinat -120’24’1.45”E, 5’34’42.34″S dan titik kordinat lainnya dari hasil kordinat tersebut Sudah berada dalam kawasan taman hutan yang ditetapkan berdasarkan keputusan Mentri kehutanan RI No:721/Menhut II/2004,1Oktober 2004.

Pada tanggal 20/10/2017 Dinas lingkungan hidup dan kehutanan Bulukumba telah menjelaskan kawasan tahura terjual berdasarkan angkat bicaranya Muh. Nur Jasman yang sebagai Kasi Pemanfaatan Kawasan di salah satu media.(Anto/Kemal red)