Menelusuk Keseharian Warga Dusun Malahu Gorontalo Mendaki Tebing Berbatu

oleh -
Foto : Kondisi jalan dan jembatan yang sangat memprihatinkan, sering dilalui anak-anak dan para petani dusun Malahu Desa Ayu Molingo Kec. Pulubala Kab. Gorontalo,(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Program pembangunan akses jalan dan jembatan hingga kepelosok yang saat ini digembar gemborkan oleh pemerintah pusat, demi menunjang perokomian masayarakat kecil belum sepenuhnya bisa dirasakan sebahagian masyarakat.

Khususnya bagi warga yang diperkirakan berkisar 700 jiwa lebih yang ada didusun Malahu Desa Ayu Molingo Kecamtan Pulubala Kabupaten Gorontalo.

Hamparan lahan pertanian terbentang luas didusun Malahu. 75 pesen warga sekitar adalah petani jagung dan peternak sapi, sedangkan sebahagiannya pekerja serabutan.

Dari pantauan Suaralidik.com, untuk menjangkau pusat pemerintahan maupun pusat pendidikan, warga setempat dituntut melewati akses jalan bertebing dan berbatu, serta melewati beberapa aliran sungai.

“Jalan ini dari dulu seperti ini pak. Empat buah jembatan yang ada, dua diantaranya ambruk akibat banjir pada 2017, dan yang lainnya sudah tak bisa dilewati karena lantai jembatannya sudah lapuk.”tutur Rusni Demagi (37) kepada awak media Rabu (20/02/2019).

“Jika musim hujan terpaksan anak saya tak bisa kesekolah, karena jalannya becek dan air sungai tak bisa bisa dilewati, takut anak saya terpeleset, para guru sudah tau itu.”Kata Rusni.

Rusni menambahkan, jika pada musim hujan, untuk mengakses hasil pertanian mereka terpaksa biaya oprasionalnya harua bertambah karena mobil pengangkut tak bisa masuk.

“Kalau musim hujan, terpaksa kami pakai ojek untuk mengangkut jagung dengan biaya Rp 10.000 perkarung 50 kilo gram, kadang suami saya memanggulnya hingga ke jalan yang bagus, kira kira 2-3 kilo meter.”keluh Rusni.

Lain Rusni, lai pula yang dialami Rahmola (36). Ibu rumah tangga yang memiliki 3 anak asal Jawa Timur yang direkomendasikan sebagai warga transmigrasi sejak 2015 ini terpaksa tak menyekolahkan anaknya.

Foto : Beginilah suasana masyarakat yang akan melintasi jembatan di dusun Malahu Desa Ayu Molingo Kec. Pulubala Kab. Gorontalo,(foto Thoger).

“Bapak sudah lihat bagaimana medan yang harus dilalui agar bisa sampai ke pusat pendidikan. Orang dewasa aja takut mas melintasinya.”ucap Rusni dengan logat bahasa jawanya yang masih kental.

Rahmat (12), kelas 5 sekolah dasar yang memili cita-cita Bupati ini, lain lagi jawabannya. Bocah yang ketemu dengan awak media saat pulang dari tempat pengajian saat melintasi sungai mengatakan, kelak dia dewasa akan memberbaiki kases desanya.

“Kalo saya basar kong jadi bupati, saya mokase baye ini jalan supaya anak dan cucu nanti tidak susah molewat dijalan ini,”ucap Rahmat dengan bahasa kesehariannya sambil tetawa kecil.

Kades Ayu Molingo Alimin Momiyo saat dikonfirmasi mengatakan, akses jalan tersebut sudah akan dikerjakan oleh pemerintah daerah tahun ini (2019).

“Tahun ini jalan dan jembatannya akan dikerjakan. 2 jembatan diperkirakan anggaranya 2 M. Untuk jalan sendiri 2 kilo meter.”kata Kades.

Ditempat terpisah kepala dinas PU/PR Kabgor Syamsul Baharudin saat disambangi awak media diruangannya menyampaikan, tahun ini jalan tersebut akan dikerjakan.

“Untuk kecamatan Pulubala bukan hanya jalan dan jembatan yang akan dibangun, namun kami juga akan membangun bendungan Malahu guna menunjang pengairan pertanian disana,”ungkap Kadis.(***Rollink).