Mengantuk, Dua Pemuda Tabrak Tembok Jembatan, Satu Tewas ! Innalillahi

oleh

BULUKUMBA,SUARALIDIK.com— Di duga mengantuk dalam mengendarai kendaraan, dua orang pemuda asal Kecamatan Gantarang harus mengalami petaka.

Laka Tunggal Katimbang
Asrul Bin Sudding asal Panyutanah Kelurahan Mario Rennu Kecamatan Gantarang, korban tewas laka tunggal di Dusun Katimbang Desa Paenre Lompoe Gantarang, Jumat (5/5/17) malam || SUARALIDIK.com

Dua pemuda yang diketahui bernama Asrul Bin Sudding ( 21 ) asal Panyutanah Kelurahan Mario Rennu Kecamatan Gantarang dan Dani Bin Sakka (14) asal Panyutanah Kelurahan Mario Rennu itu menubruk pohon dan tembok jembatan di Dusun Katimbang Desa Paenre Lompoe Kecamatan Gantarang.

Peristiwa kecelakaan tunggal ini terjadi pada Jumat (5/5/17) sekira pukul 21.30 WITA. Informasi yang dihimpun, saat itu Asrul tengah mengendarai Sepeda Motor Suzuki Shogun dengan Nopol DD 4765 HB dari arah timur ke barat dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di lokasi kecelakaan, tiba-tiba sepeda motor jalannya oleng, lalu menabrak pohon dan terpental menubruk tembok jembatan. Asrul pun terpental ke badan jalan.

Dani Bin Sakka, korban Laka tunggal di Dusun Katimbang Desa Paenre Lompoe Gantarang, Jumat (5/5/17) malam ||SUARALIDIK.com

Akibat tubrukan itu, korban Asrul si pengendara motor langsung meninggal di lokasi kecelakaan dengan kondisi isi kepala berhamburan dan leher patah sementara Dani mengalami lua bocor pada kepala dan luka sobek pada kaki sebelah kiri. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Radja Bulukumba.

Kepada Suaralidik.com, petugas Satlantas Polres Bulukumba, Brigpol Muh. Ikhsan menyampaikan, pengendara di mungkinkan mengantuk saat mengendarai sepeda motor dengaan kecepatan tinggi. Sehingga tidak bisa mengendarai kendaraannya dengan baik. “Kasus ini telah ditangani Satlantas Polres Bulukumba ” ujarnya.

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Bulukumba IPDA Djumadi menyampaikan, kecelakaan lalu lintas terjadi disebabkan kelalaian pengendara atau human error dan selalu diawali dengan pelanggaran. Apakah pelanggaran rambu, marka maupun pelanggaran batas kecepatan.

Jika dirasa capek, mengantuk atau bahkan sakit, sebaiknya jangan mengemudikan kendaraan “pesan Ipda Djumadi. (PUAN/INSAR/BAGAS/RED2)