Mengenal Hj Nuraidah: Sang Politisi Santun Alumni PP Babul Khaer

oleh -14 views
Foto : Profil Hj Nuraidah dikenalnya sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bulukumba yang akrab dengan rakyat

BULUKUMBA, Suaralidik.Com – Sosok Hj Nuraidah dikenalnya sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bulukumba yang santun, lembut, merakyat, bijaksana tapi tegas.

Di balik istilah itu, politisi kelahiran Bulukumba 12 April 1972 silam ini ternyata memiliki tekad untuk menyejahterakan rakyat. Sehingga, sebagian kalangan menyebutnya Sang Visioner di Parlemen Bulukumba.

Bagaimana tidak, sejak mengenyam dunia pendidikan di tingkat menengah dan atas, Hj Nuraidah dibentuk oleh sistem yang islami kala mondok di Pondok Pesantren Babul Khaer Kalumeme tahun 1986-1992.

Enam tahu lamanya, putri dari pasangan H Muhadi dan Hj Becce Baru ini, mematuhi rambu-rambu di PP Babul Khaer Kalumeme, seperti mendirikan shalat sebagai benteng tauhid, peduli sesama, ulet dalam aktivitas yang dilakoni, dan lainnya.

“Di balik usaha yang kita lakukan ada kekuatan takdir yang tak bisa dibantahkan. Intinya, mari perbanyak berbuat kebaikan,” terang Hj Nuraidah di berbagai kesempatan saat ditanya tentang tips menjadi politisi yang bertanggungjawab.

Terbukti, selama berstatus sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba Periode 2014-2019, istri dari H Muh Upa Suparya ini tetap mampu menjaga marwah keluarga. Tugas yang banyak di wilayah publik, Hj Nuraidah berhasil mengemban amanah di wilayah domestik.

“Ya menyeimbangkan antara tugas sebagai Anggota DPRD dengan tanggung jawab sebagai seorang ibu butuh manajemen waktu yang baik. Selama ini, saya tetap berupaya untuk mengemban amanag keduanya dengan baik,” jelas Hj Nuraidah, ibu dari tiga orang anak.

Meski demikian, keseriusannya dalam mengawal kepentingan rakyat tak menurunkan semangat visionernya. Ia berani menerobos sistem politik dengan nilai-nilai Islam, memadukannya dengan kultur yang hidup di tengah-tengah masyarakat.

Berkat keberanian dan komitmen keberpihakan pada kepentingan rakyat, Hj Nuraidah saat ini masih ingin melanjutkan pengabdiannya. Menurutnya, tak ada kata berhenti untuk berbuat kebaikan.

“Berbuat untuk kepentingan rakyat butuh pengorbanan dan keikhlasan. Olehnya teruslah berbuat kebaikan,” jelas Owner Warkop dan Rumah Makan Mattoanging ini dengan nada optimis.(***Iswanto)