Mengkriminalisasi Penggiat SOSMED, Lapolus Praperadilankan Ditreskrimsus Polda Sulsel

oleh -

PAREPARE, SUARALIDIK.COM – Praperadilan Kasus Tersangka diduga melakukan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) melawan Ditreskrimsus Polda Sulsel digelar di Pengadilan Negeri Makassar. Kamis (21/11).

Kaharuddin Mardjeni biasa dipanggil Polus dan Iksan Ishak alias Dedy, keduanya ditahan oleh Polda Sulsel karena diduga melakukan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang terkait nama pejabat Pemerintah Parepare.

Kuasa Hukum para tersangka, Rachmat S. Lulung, SH selaku ketua tim pengacara, mengatakan sidang praperadilan memasuki hari kedua dari rencana tujuh hari persidangan. “Hari ini, sidang mendengarkan keterangan pihak Termohon”, katanya lewat Whatsapp ke suaralidik.com.

Rachmat, mengatakan kalau kedua TERSANGKA dijerat dengan Undang-undang Tindak Pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45A ayat (2) Jo. Pasal 28 ayat (2) UUU No. 19 tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2), subs. pasal 15 Undang-undang RI nomor 73 tahun 1958 Tentang Menyatakan berlakunya UU RI nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Untuk Seluruh Wilayah Republik Indonesia oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Direktorat Reserse Kriminal Khusus.

Permohonan Praperadilan diajukan oleh PIS BANTUAN HUKUM ADVOKAT INDONESIA (POSBAKUMADIN) Makassar. Ketua Tim Advokat RACHMAT S.LULUNG. S.H dengan anggota Syahruddin Rahman SH, Vita Sulfitri Y.Haya. SH dan Hendrawan Azis. SH.
Sidang praperadilan dimulai Rabu tgl 20 Nop 2019. Reg perkara 17 /Pid.Pra/2019/PN.Mks. Praperadilan Berlangsung selama 7 hari.

Salah satu penggiat warkop, Rusli menyayangkan kejadian ini dan menganggap ini tindakan untuk mengkriminalisasi pengguna Facebook. “Saya tidak simpatik dengan pejabat yang melakukan Kriminalisasi ini, harusnya dengan kritikan teman-teman menjadi koreksi bagi dia”. Katanya.
“ini nama mengungkung kebebasan berpendapat”cela Rusli yang akrab disapa Culli, di warkop 588. (AD).

HUT Kabupaten Pinrang Ke-60