Menguat, Rupiah Berpotensi Stabil Hingga Tahun Depan

oleh

Nasional, suaralidik.com–Update berita pasar FX Global pagi ini, rabu, (27/12) dimulai dari DXY yang bergerak stabil pada sesi perdagangan kemarin. DXY melemah tipis 0.1% ke level 92.79, seiring rilis data regional US yang mix di tengah pasar yang relatif sepi akibat mayoritas negara masih melewati liburan pasca natal.

Sementara itu, Dallas Fed Manufacturing Index untuk desember ini dirilis lebih baik dari ekspektasi (29.7 v. 20.0), level tertinggi sejak Maret 2006. Sedangkan Richmond Fed Manufacturing Activity dirilis di bawah ekspektasi (20 v. 22), setelah sebelumnya berada pada level 30 pada november. Kedua data tersebut dirilis bersamaan dengan ditandatanganinya US Tax Reform Bill oleh Trump yang diharapkan akan membawa efek positif bagi USD kedepannya. EUR/USD melemah 0.03% ke level 1.1869 dan GBP/USD menguat 0.04% ke level 1.3376.

USD/JPY melemah 0.06% ke level 113.19, seieing data Japan National Core CPI YoY dirilis di atas ekspektasi (0.9% v. 0.8%).

Berikut beberapa perincian lain dalam Rilis Data untuk hari ini (Survey/Prior):

1. JP Housing Starts (YoY) (Nov) (-2.5% / -4.8%)

2. UK BBA Mortgage Approvals (40.6K / 40.5K)

 

3. US Pending Home Sales (MoM) (Nov) (-0.4% / 3.5%)

Kemudian, dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR dibuka pada level 13,555/13,560, diperdagangkan dalam rentang 13,548-13,562, dan ditutup pada level 13,560/13,562. JISDOR berada pada level 13,558.

Rupiah melemah tipis di pasar spot terhadap USD, dibanding level hari sebelumnya pada 13,555/13.560.

Sepanjang pekan lalu, diketahui Rupiah menguat 0.1% terhadap USD, salah satunya dipengaruhi oleh upgrade rating Indonesia dari Fitch Rating (BBB dari sebelumnya BBB-). Kondisi tersebut berpotensi menstabilkan rupiah hingga akhir tahun dan tahun depan, di mana Moody’s dan S&P juga akan mengumumkan ratingnya terhadap Indonesia tahun depan.

Sehari sebelum libur natal, harga SUN Benchmark diperdagangkan mixed, di mana sun tenor pendek 5yr (FR61) dan panjang 20yr (FR72) melemah 10 bps, sementara sun tenor menengah 10yr (FR59) menguat 25 bps. Berdasarkan data dari Bursa Efek, volume transaksi outright di pasar sekunder relatif sepi, hanya mencapai IDR 12.18 Triliun. Dari pasar global, Yield US Treasury 10yr tidak banyak mengalami perubahan, meskipun data GDP US dirilis lebih buruk dari ekspektasi (3.20% vs 3.30% survei), hari ini US Treasury 10yr diperdagangkan stabil pada level 2.48%.

Kementrian Keuangan juga mengumumkan rencana lelang pertamanya di tahun 2018, yang akan diselenggarakan pada 03 Januari 2018. Adapun seri yang dilelang terdiri SPN 3 bulan, SPN 1 tahun, FR63, FR64, dan FR75. Selain itu Pemerintah juga mengumumkan seri Benchmark baru pada tahun 2018, yaitu: FR63 (15 Mei 2023), FR64 (15 Mei 2028), FR65 (15 Mei 2033), dan FR75 (15 Mei 2038). IHSG ditutup menguat 37.62 poin (+0.61%) pada level 6,221.01, sementara itu kelompok saham LQ45 menguat 9.04 poin (+0.86%) menjadi 1,053.75.

Terakhur, dari bursa saham regional, Nikkei 225 turun 46.49 poin (-0.20%) ke level 22,892.69, Hang Seng naik 210.95 poin (+0.72%) ke level 29,578.01, Index Strait Times melemah 7.55 poin (-0.22%) ke level 3,378.16. (abrm)