Menipu Dengan Iming-Iming Jadi PNS, Oknum Pejabat di Bulukumba Meraup Rp560 Juta

oleh

*Bupati Geram Dan Segera Menonjobkan

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Pemerintah kabupaten Bulukumba menegaskan akan me-nonjob Kepala Seksi Pemerintahan, Kecamatan Kajang, Kamaluddin dari jabatanya. Hal tersebut dikarenakan kepolisian saat ini telah menetapkan Kamaluddin sebagai tersangka pada kasus penipuan penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 14 warga.

Bahkan, tak tanggung-tanggung ke 14 korban mengaku telah membayar sampai Rp40 juta perorangnya sehinga total ditaksir mencapai Rp560 juta lebih. Berdasarkan laporan korban di kepolisian.

“Harus dinonjob kalau terbukti bersalah,” tegas Bupati Bulukumba, A.M Sukri Sappewali kepada wartawan. Senin (4/9/17).

Am Sukri Sappewali
Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali. (Foto :Indra Chaerunnisa, Suaralidik.com)

Menurut A.M Sukri Sappewali, ia geram dengan setelah mengetahui ada oknum pejabatnya yang berulah demikian. Dirinya berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan iming-iming oknum yang mengaku mampu meloloskan menjadi PNS.

“Dengan perkembangan teknologi sekarang, masyarakat bisa mengakses informasi dimanapun terkait penerimaan PNS resmi, jadi jangan mudah percaya dengan iming-iming,” tambahnya.

Sementara, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulukumba menjelaskan berdasarkan UU no 5 tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) pemerintah daerah berhak mengundurkan pejabat yang ditetapkan tersangka dari jabatanya agar tidak mengganggu proses penyelidikan.

Hanya saja, pihak BKPSDM mengaku belum bisa menetapkan kapan nonjob tersebut akan diberlakukan lantaran informasi tersebut hanya berdasar pada pemberitaan yang ramai terkait iming-iming jadi PNS.

“Kami harus cari tahu dulu kebenarannya, dengan secepatnya melakukan persuratan dengan pihak yang menangani,” ujar, Plt BKPSDM, Andi Ade Aryadi kepada wartawan di ruangannya.

Ade Aryadi mengaku saat ini belum ada laporan resmi dari kepolisian, persuratan menurutnya sangat penting untuk mengetahui kebenaranya. Jika terbukti akan dibebas tugaskan dari jabatan.

“Kami harus memiliki alat bukti dulu yang pasti dinonjob berdasar Pasal 88,ayat 1 berbunyi PNS di berhentikan sementara bila ditahan, karena menjadi tersangka tindak pidana dan jika pns ditetapkan sebagai tersangka,” jelas Ade.

Diketahui, di beberapa media sebelumnya gencar memberitakan tentang kasus penipuan berkedok iming-iming PNS tersebut setelah Kepolisian sektor (Polsek) Kajang, Bulukumba, menetapkan Kasi pemerintahan kantor Camat Kajang, bernama Kamaluddin, menjadi tersangka.

Berkas tersangka sudah dinyatakan rampung atau P21 di Polsek Kajang, sisanya akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Bulukumba untuk pelimpahan berkas.

Sementara sampai saat ini, Kasi Camat Kajang masih berkantor. Hal itu dibernarkan Kepala Camat Kajang Andi Buyung Saputra.

“Intinya kami hanya pelayanan, proses hukumnya biar kepolisian saja yang urus,” kata Andi Buyung kepada wartawan beberapa waktu lalu. ( /Ar)