Menjaga Lumbung Pangan di Tengah Melesatnya Pembangunan

oleh

LidikYogyakarta-, Seiring dengan melesatnya pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta memicu para investor untuk mendirikan bangunan permanen di lahan yang tersedia. Tak terkecuali lahan atau kawasan pertanian. Tidak terkontrolnya pembangunan akan menyebabkan semakin menyempitnya lahan pertanian yang berperan penting dalam menjaga lumbung pangan di suatu wilayah.

Sumber gambar: kppd.slemankab.go.id

Pemerintah di Kabupaten Sleman khususnya di Kecamatan Moyudan menangkap fenomena ini dengan penuh komitmen untuk menjaga daerah pertanian di kawasan tersebut. Saat ini kawasan pertanian di daerah Kecamatan Moyudan ditetapkan sebagai kawasan hijau dan daerah lumbung padi.

Sejak tahun 2007, Dinas Pengendalian Pertanahan Daerah Kabupaten Sleman telah memasang baliho disepanjang jalan di kawasan ini. Hal ini dilakukan sebagai salah satu media sosialisasi kepada masyarakat agar mempertahankan kawasan ini sebagai kawasan pertanian demi masa depan anak dan cucu kita.

Selain itu sosialisasi dilakukan dengan menggelar beberapa kegiatan yang melibatkan beberapa kelompok tani. Seperti kegiatan Pagelaran Potensi Pertanian yang dilaksanakan pada 5-6 April 2016 silam. Kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sleman ini dilaksanakan di BP3K Wilayah I Moyudan. Acara ini dibuka langsung oleh Drs. Sri Purnomo didampingi dengan Dwianta Sudibya Sekretaris Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan dan Camat Minggir serta Camat Moyudan. Selain menampilkan produk-produk unggulan pertanian, perikanan dan pertanian, pada acara tersebut dilaksanakan pengukuhan 21 kelompok tani terdiri dari 3 kelompok madya, 10 kelompok lanjut, dan 8 kelompok pemula. Dengan dilaksanakannya acara tersebut Bupati sleman berpesan agar kelompok tani termotivasi untuk terus melakukan inovasi agar produksi hasil pertanian terus meningkat.

Beberapa usaha yang dilaksanakan oleh pemerintah baik dengan sosialisasi, mediasi ataupun dengan legalisasi tentu akan mengalami hambatan apabila dari pihak masyarakat sendiri tidak mendukung program pertahanan kawasan pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kesadaran akan lahan hijau perlu dilakukan secara dini melalui institusi pendidikan dari Sekolah dasar hingga sekolah menengah. Harapannya dengan kesadaran yang dibentuk sejak dini akan semakin memberikan wawasan secara lebih mendalam akan pentingnya mempertahankan kawasan hjau, terutama pada wilayah dengan pembangunan yang pesat sepeti di Yogyakarta.

Penulis Micle Anggi

Editor Titin Widyawati