Menjelang Akhir Tahun, Proses Kasus GORR Masih Buram

oleh -
Photo : Jalan GORR yang saat ini masih bermasalah dalam hal pembebasan lahan.

Gorontalo, Suaralidik.Com – Pengusutan Kasus Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo hingga kini belum medapat titik terang terkait penetapan tersangka.

Meskipun sudah memasuki akhir tahun dan juga sudah ribuan saki yang diperiksa, namun belum diketehui jelas apa kendala dari pihak Kejati untuk menetapkan tersangka.

Proyek dengan anggaran Triliuna Rupiah itu menjadi momok pertanyaan besar dikalangan masayarakat bahwa apa sebenarnya yang menjadi kendala Kejati selama ini.

Bahkan dalam penangan kasus ini, sudah ada kurang lebih sekitar seribu orang yang telah diperiksa oleh pihak Kejati. Mulai dari pejabat, matan pajebat hingga pemilik lahan yang tanahya menjadi lokasi pembangunan proyek besar itu.

Seperti halnya yang dikatkan oleh salah satu Aktvis Mahasiswa, Nasar Pakaya. ia menyebutkan, informasi dari berbagai media bahwa sudah jelas-jelas pihak Kejati sebelumnya telah menjelaskan bahwa sudah terdapat kerugian negara dalam proyek tersebut.

“Kalau sudah jelas-jelas ada kerugian negara, kemudian ditambah lagi dengan banyaknya saksi yang diperiksa, maka apalagi yang ditunggu Kejati untuk menetapkan tersangkanya,” ujar Nasar.

Ia meminta, Kejati harus lebih Kooperatif dan Trasparan dalam menangani kasus dugaan tindak pidana Korupsi Proyek GORR ini.

“Jangan karena diduga didalamnya terlibat orang-orang besar, kemudian penangananya dinilai lambat, yang jelas pada intinya kami mau pesoalan GORR ini pihak kejati jangan melihat siapa dia yang terlibat,”tagasnya.

Ditempat yang berbeda salah satu Pegiat Anti Korupsi, Alwin Ibrahim SH mempertanyakan, mengapa Kejati Gorontalo sampai dengan saat ini belum menetapkan tersangka.

“Saya berfikir kira-kira apa yang menjadi kendala dan hambatan dari pihak kejati belum menetapkan tersangka terhadap kasus dugaan korupsi pembebasan lahan GORR, jangan sampai dengan lambannya penetapan tersangka terhadap kasus ini akan menunjukkan wajah hukum di negeri tercinta ini tercoreng,” katanya.

“Jangan sampai dengan lambatnya penanganan kasus ini, masyarakat akan tidak percaya lagi kepada kejati dan siapapun yang menangani kasus ini,” tambah Alwin.

Selain itu, ia menilai jangan sampai belum adanya penetapan tersangka ini karena ada sesuatu dan lain hal.

“Kalaupun belum di tetapkan tersangkanya dalam waktu dekat saya patut menduga bahwa kejati telah kemasukan angin atau main mata dengan pihak yang terlibat,” imbuhnya.

Selain itu Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Gorontalo Yudha Siahaan,SH saat dikonfirmasi melaluiĀ  telepon mengatakan bahwa ia belum mengetahui penetapan tersangkanya.

“Saat ini saya masih cuti dan belum bisa menjawab pasti kapan tersangka GORR ini akan ditetapkan apakah tahun ini atau tahin depan itu belum tau, yang jelas kita tunggu saja prosesnya,” tandasnya.(***Ndy).