,

Menkominfo Meminta Bareskrim Segera Periksa Pihak Facebook Indonesia Terkait Kebocoran Data

oleh
Facebook Indonesia
Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Drs. Setyo Wasisto, S.H.

Jakarta,suaralidik.com – Terkait kebocoran data pengguna facebook, Polri dan Kemenkominfo telah menelusuri mengenai lembaga konsultan politik yang sistem kerjanya mirip Cambridge Analytica. Dari hasil penelusuran tersebut belum ditemukan lembaga konsultan sejenis itu di Indonesia.

Baca Juga : Waspada, 1,1 Juta Data Pengguna Facebook di Indonesia Bocor

“Kalau di Indonesia, sampai sekarang penelusuran kami dan Kominfo, belum ada yang sejenis Cambridge Analytica,” pungkas Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Drs. Setyo Wasisto, S.H.

Sementara itu, pihaknya juga sempat menemukan web yang dicurigai melakukan kegiatan seperti Cambridge Analytica (mengambil data pengguna Facebook), atas penemuan itu Kemenkominfo langsung mengambil tindakan atas web tersebut.

“Kemarin ada satu web yang hampir mirip yaitu dengan menjual produk yang kita tengarai bisa mengambil data-data pengguna Facebook. (Pengelola web) Sudah diperingatkan Kemenkominfo,” tuturnya.

Namun sampai saat ini, polisi belum mendapatkan laporan dari masyarakat terkait pencurian datanya di Facebook. Sementara itu, Menkominfo Rudiantara meminta Bareskrim untuk segera memeriksa pihak Facebook Indonesia terkait kebocoran data.

“Minggu lalu saya sudah koordinasi dengan Menkominfo, Pak Menteri berharap Facebook ini segera dipanggil Bareskrim untuk dimintai keterangan, kita sedang upayakan, saya sudah koordinasi tadi pagi juga, saya koordinasi dengan Direktur Siber, dan saya dengar besok Facebook akan diminta keterangannya di DPR,” jelas jenderal bintang dua ini.

Diketahui, Indonesia mengalami kebocoran data pengguna Facebook sebanyak 1.096.666. Namun, pihak Facebook mengatakan tidak mengetahui persis data apa saja yang dibocorkan ke Cambridge Analytica. (DevisiPlri/bacht)