Menteri PUPR Tinjau Pembangunan Bendungan Lolak di BolMong

oleh
Menteri PUPR Kunker ke Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Selasa (14/11/17).

BOLMONG, Suaralidik.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berkunjung ke kabupaten Bolaang Mongolndow (BolMong), Salawesi Utara, Selasa (14/11/17). Rombongan Menteri di jemput langsung oleh Bupati BolMong Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk besertq jajaran pemerintah kabupaten.

Menteri PUPR Kunker ke Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Selasa (14/11/17).

Kunjungan Kerja (Kunker) kementerian ini langsung meninjau Pembangunan Bendungan Lolak yang dianggarkan sebesar Rp 1,6 Triliun.

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow dalam sambutannya, mengatakan merasa tersanjung dengan kedatangan Mentereri, pasalnya beberapa tahun belakangan kabupaten terbesar di Sulawesi Utara tersebut jarang di kunjungi Menterj.

“Mudah-mudahan dengan kunjungan kali ini akan menjadi pertanda baik terhadap pembangunan insfrastruktur di Kabupaten Bolmong, untuk itu saya selaku Pemerintah dan masyarakat Bolmong mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kementerian dan Anggota DPR RI yang hadir pada hari ini, dgn sapaan Adat Daerah Bolmong “DEGA NIONDON,” ungkap Yasti

Sementara diketahui, proses pembangunan Bendungan Lolak ini awalnya hanya menggunakan anggaran sebesar Rp 830 Miliar, namun sampai saat ini anggaran pembangunannya mencapai Rp 1,6 Triliun, dan tidak lepas dari perjuangan Yasti kala masih menjadi anggota DPR RI.

“Alhamdulillah dengan percepatan insfrasruktur dari Pak Presiden, dengan khusus pembangunan bendungan anggarannya naik sekitar 2.000 persen. Mudah-mudahan Tiga tahun kedepan ini akan rampung pembangunannya,” jelas mantan Anggota DPR RI Dua Periode ini.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, dalam pembangunan bendungan tersebut pihaknya meminta kepada supervisie agar selalui memperhatikan kemungkinan terjadinya bencana.

“Atas nama Menteri PUPR sebagai owner proyek, saya menharapkan harus hati-hati dalam bekerja, ini harus diperhatikan. Karena kegagalan konstruksi dan kegagalan bangunan itu supervisie yang akan terbawa, saya minta Tiga tahun kedepan harus selesai pembangunannya. Untuk itu juga saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemkab Bolmong dalam hal ini Bupati dan para jajarannya,” singkatnya. (Is.A/ Ar)