Menulis Dengan Mulut, Membaca Dengan Telinga, Mungkinkah??

oleh
LOGO IGI

SUARALIDIK.com,JAKARTA – Istilah ini pertama kali diperkenalkan di IGI oleh Mampuono, Sekjen IGI belum lama ini, bahkan Mampuono sekarang ketagihan menulis dengan mulut.

Salah satu kesulitan guru dalam mempersiapkan kenaikan pangkat adalah pembuatan karya tulis ilmiah. Bahkan dibanyak tempat lahirlah profesi baru yang bernama “pembuat karya tulis ilmiah”.

Guru-guru begitu kesulitan menulis tapi diyakini sangat jago berbicara dan kini IGI menghadirkan Gerakan Satu Guru Satu Tablet (SAGUSATAB) yang memungkinkan guru cukup berbicara di depan tabletnya, edit sedikit, jadilah itu tulisan.

Jadi SAGUSATAB ini amat sangat mendukung upaya dan gerakan guru menulis. Kini sedang berjalan Diklat Uji Kompetensi Guru dan bahkan akan diuji setiap tahun untuk memastikan guru memiliki kualitas tinggi dan layak berdiri di depan kelas mempersiapkan masa depan bangas. Semua diklat itu berbasis android dan sangat cocok dengan tablet Samsung Tab A8 yang dimiliki gerakan SAGUSATAB.

Program Sagusatab -IST.IGI/SUARALIDIK.com
Program Sagusatab -IST.IGI/SUARALIDIK.com

Lalu sebagian guru, senang mendengar dan malas membaca, gunakanlah Tab A8 milik SAGUSATAB untuk mendengarkan materi pembelajaran atau baca dan rekamlah agar dapat diulang lagi mendengarkannya.

Ternyata banyak hal baru yang dapat dilakukan guru-guru Indonesia dengan gerakan SAGUSATAB ini.

CITIZEN REPORT ;muhammad ramli rahim ( ketua umum IGI indonesia )

REDAKSI ; andi awal-suaralidik.com