Merah Hitam Culture Of HPMB-Raya Bantaeng

oleh
sebelah Kiri, Adhe Sirha Ketua Cabang Ba'Ba Eja, Sebelah Kanang Abu Bakar Ketua Cabang Jalarambang

Penulis : Abu Bakar*
Ketua Cabang Jalarambang HPMB-Raya
Mahasiswa Ilmu Sosiologi UNM

sebelah Kiri, Adhe Sirha Ketua Cabang Ba’Ba Eja, Sebelah Kanang Abu Bakar Ketua Cabang Jalarambang HPMB Raya 

JALARAMBANG adalah Simbol Keselarasan, BA’BA EJA Adalah simbol Perlawanan, BALLA TUJUA Adalah Simbol Persatuan, ADAT SAMPULONRUA Adalah Simbol Keadilan dan
CINRANAYYA Adalah Simbol Kemakmuran.

Merah hitamku kini dan balutan warnamu yang tetap membara pada merahnya, keabadianmu dalam balutan hitammu, masih kukatakan padamu dengan cinta dan sedikit keras kepala kabarkan kebenaran kepada mereka yang tak jelas berkatam

Para penerka mulai berbisik dengan namamu banyak yang mengakui keberadaanmu tapi tidak tahu menahu dengan jalan panjang yang kau lalui, menggema itulah kata yang pantas dan nyaring terdengar HPMB-Raya tak lagi asing.

Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebenaran yang serampangan, kenyataannya aliran Rasionalisme, Empirisme & Skriptualisme dalam balutan merah hitam terorganisir sehingga produksi manusia yang sibuk dengan kemanusiaan menyumpahkan dirinya kemudian meninggalkan jejak pengalam dengan pena dalam buku yang tak lagi sama dengan buku kebanyakan

Kami meneyebutnya BUKU BESAR menafsir penamaan ini ketika menggunakan pendekatan sederhana Buku yang kita mengenalnya jendela dunia dan Besar bisa saja multi tafsir ketika di kaji kata ini mengikut dari kata yang di sandikannya.

Berangkat dari dua kata ini terdapat ekspektasi bahwa manusia yang di jendela dunia ini besar dalam artian membuka jendela dengan gagasan intelektual, membuka jendela dengan gerakan aksidental maupun substansial, sekali lagi kukatakan bahwa manusia ini membara semangatnya dan keabadiannya untuk kemanusian.

Merah dan hitam, mengapa harus membara dan abadi ?,sederhana saja biru lautmu yang membela lautan dan hijau yang menguasai tanahmu hanya akan jadi genangan kemudian kenangan yang akan di ceritakan nantinya ketika ingin meninabobokkan cucumu nanti.

Bahwa tanpa semangat yang membara untuk menjaga biru lautmu dan hijau tanahmu keabadian itu tidak akan ada, Merah hitam sampai KIAMAT karena perjuangan untuk kemanusian harus terus berlanjut sampai bumi dan langit menyatu kemudian menhancurkan segala hal yang fana.

Merah hitamku dan para manusiamu kini,Menggema kata ini pantas, bukan asal-asalan manusiamu kini tersebar hampir seluruh penjuru tanah tua ini, dengan api yang tetap membara seluruh penjuru tanah tua ini akan menyala dan prinsip memanusiakan manusia tak akan ternoda

ibarat burung yang di besarkan dalam satu tempat, sejauh apapun melangkah, bahkan tersesat sekalipun dia pasti selalu cari jalan untuk pulang”

Mengembaralah sejauh mungkin jangan batasi dirimu dan pulanglah kerumahmu, petualang sejati selalu datang di waktu yang tepat,pulanglah pintu rumahmu masih terbuka lebar,lorong-lorong itu menunggumu untuk berjalan pulang,kembali dan perbaiki rumahmu sesungguhnya, BUNUH ketakutanmu dan BAKAR semangatmu.

Pulanglah, perbaikilah dan rawatlah !!!!!!!

Editor : Adhe