Merasa Dijebak, IA Akan Balik Laporkan Panwascam ke Bawaslu Kabgor dan DKPP

oleh -424 views
Foto : Irfan Angge,(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Merasa dirinya dijebak oleh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Limboto, Calon Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Gorontalo (Kabgor) Irfan Angge rencananya akan melaporkan kembali Panwascam kepihak Bawaslu Kabgor dan DKPP.

“Terkait diri saya dilaporan oleh Bawaslu ke Polres Gorontalo, sepertinya saya ini dijebak oleh penyelenggara pemilu,”ujar Irfan Angge kepada wartawan Suaralidik.com Kamis (10/01/2019).

Dirinya merasa apa yang dilakukannya terkait alat perangga kampanye yang berisikan janji – janji bila dirinya terpilih nanti, sebelumnya telah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara.

“Sebelum memasang baliho, saya telah berkoordinasi dengan salah satu komisioner KPU Provinsi, dan diperbolehkan asal tak dipasang nomor urut dan lambang partai karena saat itu masih DCS,”Kata pria murah senyum itu.

Merasa tak ada masalah, saat DCT ditetapkan oleh KPU, pihaknya memasang alat peraga yang telah ditambahkan dengan lambang partai dan nomor urut.

“Karena sebelumnya telah diperbolehkan, DCT ditetapkan saya tambahkan nomor urut dan lamabang partai. Namun berselang dua minggu salah satu teman memberitahu bahwa baliho tersebut sangat berbahaya sesui pengalamannya yang terjadi dikota Gorontalo,”ungkap Irfan yang tercatat sebagai Caleg PDIP itu.

Merasa takut pihaknya pun mempertanyakan perihal tersebut ke pihak KPU. Karena ranah pengawas oleh KPU sendiri menyaran beliau untuk mempertanyakan hal itu kepihak Panwas.

“Saya datang ke Panwascam mempertanyakannya, mereka mengatakan tak ada masalah dengan baliho tersebut. Saya kaget kok tiba – tiba bermaslah karena ada laporan masyarakat.”keluh Irfan

Jika saat melaporkan kepanwascam dan dinyaymtakan tidak bisa, pihaknya mengaku hari itu telah diturunkan, karena merasa tak melanggar sehingga baliho tersebut dibiarkan terpasang.

“Saya merasa kecewa, karena ketidak tahuan Panwascam terhadap aturan yang ada sehingga saya juga ikut terjebak.”tutur Irfan dengan nada kesal.

Pihaknnya mengaku siap mentaati aturan yang ada, dan akan komparatif bila dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh penegak hukum.

“Saya juga akan melakukan langkah – langkah hukum, dan melaporkan Panwascam ke Bawaslu dan DKPP, karena penyampaian meraka saya bersalah dimata hukum.”ujar Irfan Angge.

Ditempat terpisah Ketua Bawaslu Wahyudin Akili saat disambangi awak media diruangannya mengaku, pihaknya tidak mau mencari-cari kesalahan.

“Untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat maka butuh pembuktian, pelanggaran ini pun belum bisa kita buktikan sebagai pelanggaran karena merupakan dugaan, sehingga untuk membuktikan ini biarlah proses selanjutnya sesuai peraturan yang berlaku,”ujar Ketua Bawaslu.

“Apakah ada kesalahan dikami Bawaslu, atau ini melanggar atau tidak, sehingga kita ikuti saja proses peradilan. Semua saksi telah Kami panggil, Panwascam hingga KPU Kabgor.”tutup Wahyudin Akili.(***Rollink).