Miris, 10 Orang Ini diduga Kuat Pelaku Pemerkosaan dibawah Umur di Ujungloe Bulukumba

oleh
Satreskrim Polres Bulukumba
10 orang pelaku yang diduga kuat pelaku pemerkosaan anak dibawah umur, duduk didepan barisan Satreskrim Polres Bulukumba - Selasa (3/4/2018)

Bulukumba,suaralidik.com– Anggota kepolisan Polres Bulukumba berhasil membekuk 10 orang yang diduga kuat terlibat dalam pemerkosaan terhadap anak dibawah umur salah satu warga kecamatan Ujung loe kabupaten Bulukumba, Selasa (3/4/2018)

Dari Identitas pelaku masing-masing Inisial FJR (16),  AR (17), RHM (17), RSM (22), SND (16), NA (17), WHY (16) ARY (16) MHDR (17) dan RHMT (17) adalah warga asal Bulukumba.

Penangkapan terhadap pelaku pemerkosaan ini dilakukan berdasarkan laporan dan pengakuan korban yang berinisial AF (16) salah satu warga asal desa Salebba kecamatan Ujung loe Kab Bulukumba ke Polres Bulukumba.

Menerima laporan ini, Anggota Unit Resmob Sat Reskrim Res Bulukumba yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Bulukumba IPTU DEKI MARIZALDI SIK MH di dampingi oleh KBO Sat reskrim IPTU SABRI SH, Kanit Resmob AIPTU ARDIMAN A YACOB serta di bantu oleh UNIT RESKRIM dan anggota POLSEK Ujung loe langsung bergerak mencari identitas dan alamat pelaku.

Sekitar pukul 22:00 WITA, Polisi sudah berhasil menjemput dan menangkap beberapa pelaku di rumahnya masing-masing.

Penangkapan terus dilakukan ke beberapa rumah pelaku lainnya dan hingga pukul 01:00 WITA dinihari, semua pelaku berhasil diamankan di Mapolres Bulukumba.

Dari hasil penangkapan 10 orang yang diduga kuat pelaku pemerkosaan dan membawah lari anak dibawah umur ini, juga di sita beberapa unit kendaraan roda dua yang diduga kuat digunakan pelaku dalam memuluskan aksinya.

AIPTU ARDIMAN A YACOB yang dikonfirmasi melalui telpon selulernya membenarkan kalau anggota polisi Polres Bulukumba sudah mengamankan 10 orang yang diduga kuat pelaku pemerkosaan terhadap  AF ini.

” Iya, semua pelaku beserta motor yang diduga kuat digunakan untuk melancarkan aksinya itu sudah berada di Polres Bulukumba untuk proses hukum lebih lanjut” Sebut Ardiman, Rabu (4/3/2018) ***BCHT