Miris, Kisah Sedih Seorang Pemuda Dengan Keterbatasan Fisiknya

oleh
Ato (20) warga Desa Bonto Katute Dusun Coddong kecamatan Sinjai Borong

SUARALIDIK.COM, SINJAI – Seorang Pemuda yang berjuang demi kelanjutan hidup bersama keluarganya,ATO pemuda berusia 20 tahun yang berdomisili di Desa Bonto Katute Dusun Coddong kecamatan Sinjai Borong ini sekaligus petani tulen yang mengalami cacat fisik sejak lahir mempunyai semangat tinggi dalam melakukan aktifitas sehari harinya sebagai seorang petani.(27/1/2018)

Ato (20) warga Desa Bonto Katute Dusun Coddong kecamatan Sinjai Borong

ATO ingin menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya yang telah mendidik dan membesarkannya sampai sekarang, walaupun dengan fisiknya yang tidak sempurna itu Ia merasa tidak malu, ATO putra kelima dari Tuwo dan Sitti dan Sembilan bersaudara

Kehidupan keluarga mereka sangatlah sederhana dan memprihatinkan apa lagi mereka tidak memiliki Kartu BPJS atau KIS sama sekali, menurut keluarga Ato dan masyarakat sekitarnya tidak pernah dikunjungi oleh tenaga medis di wilayahnya apa lagi kepala Desanya yang jarang datang melihat keadaan kami disini.

Lanjut masyarakat yang berinisial SR di sekitarannya mengharapkan kiranya ada perhatian pemerintah terhadap kehidupan kami di wilayah ini terutama pak Desanya.

Harapan kami di sini juga kiranya mendapatkan pembagian Beras dengan harga terjangkau karena kami disini mendapatkan pembagian beras dengan harga bervariasi ada 25 ribu per 20 liter dan malah ada yang 50 ribu rupiah perkarung itupun kalau kami bisa dapat sebab siapa cepat dia yang dapat.

Jadi kalau kami kebetulan tidak punya uang terpaksa kami tidak bisa mendapatkan beras itu dan harga beras itu sudah termasuk dengan biaya angkutannya diangkut oleh mobilnya kepala Dusun kami dan kami tinggal mengambilnya di Rumah kepala Dusun yang berjarak sekitar 4 kilometer lebih dari tempat tinggal kami, tutup salah satu masyarakat yang berinisial SR kepada Tim Suara Lidik.(Drws/Kemal)