Miris! Pekerjaan TBA Molor, Pernyataan Kontraktor Dan Kepala DLH Kabgor Kontradiktif

oleh -

Foto : Pekerjaan bangunan Taman Bermain Anak kelurahan Hingga luar kecamatan Limboto kabupaten Gorontalo,(foto Thoger).

LIMBOTO, Suaralidik.com – Miris, pekerjaan bangunan Taman Bermain Anak (TBA) kelurahan Hunggaluwa kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo tidak sesuai yang diharapkan.

Pasalnya proyek yang dikerjakan oleh CV Alfa Rizky Pratama ini sejatinya rampung pada tanggal 29 Juli 2019. Namun sayang hingga saat ini pekerjaan tersebut baru sekedar pondasi dan tiang bangunan saja.

Dari hasil pantauan media ini di lapangan, pihak CV Alfa Rizky Pratama telah diberikan waktu 90 hari kalender oleh pihak DLH Kabgor, mulai 29 April hingga 29 Juli 2019 dengan total anggaran Rp 189.011.000 juta.

Menurut Direktur CV Alfa Rizky Pratama Salahudin Tamumun, pihaknya telah mengantongi ijin penambahan waktu pekerjaan selama 50 hari hingga September 2019 untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Kami telah diberikan tambahan waktu 50 hari dari DLH untuk sisa pekerjaan. Kami akan berusaha sebelum waktu yang ditentukan, pekerjaan ini sudah selesai”,tegas Direktur CV Alfa Rizky Pratama kepada wartawan Suaralidik.com melalui telpon seluler, Jumat 02/08/2019.

Salahudin menambahkan, saat ini pihaknya telah menyelesaikan pekerjaan sebesar 65 perasen dengan anggaran awal 30 persen.

“Kami baru menerima dana 30 persen dari total anggaran. Sementara hasil pekerjaan kami sudah mencapai 65 sampai 70 persen. Jadi boleh dibilang tidak aada kerugian negara dalam pekerjaan itu”,tegas Salahudin.

Di tempat terpisah kepala dinas Lingkungan Hidup Saipul Kiraman menegaskan, untuk sementara pekerjaan tersebut telah dihentikan dan akan dikaji kembali apakah layak untuk diberikan waktu atau tidak.

“Itu kan sudah habis masa waktu dan tidak selesai, dan belum ada masa penambahan waktu. Hari senin kita akan lihat apa bisa diperpanjang atau tidak”,tegas Kadis DLH saat dihubungi melalui telepon seluler.

Lanjut Saiful, untuk penambahan waktu pekerjaan, pihaknya masih akan melakukan penkajian, sekaligus mempertanyakan apa yang menjadi kendala sehingga pekerjaan tersebut molor.

“Setelah dilihat ketidak mampuan pelaksana untuk menyelesaikan, ada dua kemungkinan akan dilakukan oleh dinas. Apakah akan diputuskan atau dilanjutkan. Bila dilakukan perpanjangan kontrak maka pelaksana akan dikenakan denda perseribu perhari. Tapi tidak serta merta dilanjutkan begitu saja, kita lihat dulu apa alasannya. Senin (05/08/2019) kita akan lakukan pengkajian”,kata Saiful Kiriman,(Rollink).