Mosi Tidak Percaya Penegak Hukum di Sulsel, GAM Layangkan Surat ke KPK

oleh
Panglima Gerakan Aktivitas Mahasiswa (GAM)

SUARALIDIK.COM, Makassar – Pengurus Besar Gerakan Aktivis Makassar (GAM) Layangkan Surat ke korupsi Pemberantas Korupsi (KPK), Hal Tersebut di lakukan karena ketidak percayaannya terhadap penegakan Supremasi hukum Di sulawesi-selatan. Rabu (21/06/2017)

Panglima Gerakan Aktivitas Mahasiswa (GAM)

Panglima GAM Denny Abiyoga Goseld Mengatakan bahwa Mencermati perkembangan terakhir situasi penyelenggaran pemerintahan kota Makassar sangatlah patut untuk mendapatkan perhatian kita semua, terkhusus aparat penegak hukum (Komisi Pemberantas Korupsi) Republik Indonesia.

Lanjutnya, sejatinya penyelenggaraan pemerintahan harus dikelola secara efektif dan efisien utamanya terkait dengan pengelolaan anggaran publik (APBD) namun apa yang terjadi di pemerintahan kota Makassar masih sangat jauh dengan apa yang kita harapkan yang katanya menuju kota dunia bahkan cenderung terjadi dugaan penyelewengan.

Menurut Denny Abiyoga Goseld Beberapa kasus dugaan penyelewengan yakni Dugaan kasus penyelewengan proyek penanaman pohoh ketapang yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp. 2,5 Milyar yang saat ini tersendat dan mandek di tangani Polrestabes Makassar

Selian itu kata Dia Proyek pengadaan tempat sampah “Gendang Dua” yang juga diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp. 2,625 Milyar yang kasusnya dihentikan oleh Kejaksaan Negeri Makassar tanpa penjelasan yang memadai.

Yang sangat memprihatinkan tempat sampah tersebut tidak pernah berfungsi secara maksimal, bahkan saat ini sangat sedikit kita jumpai tempat sampah tersebut berada ditempatnya (hilang dan rusak)” Cetusnya

Sehingga menurutnya , muncul Opini Publik bahwa proyek tersebut merupakan proyek “coba-coba” yang menghabiskan anggaran publik sebesar Rp. 8 Milyar (APBD 2017).

Berdasarkan hal tersebut kami meminta Komisi Penanggulangan Korupsi untuk segera dapat memantau langsung pelaksanaan pemerintahan di kota Makassar serta melakukan supervisi terhadap beberapa kasus yang sangat meresahkan publik tersebut dan tentunya kepada instansi penegak hukum yang menangani kasus-kasus tersebut.”Tutup Denny Abiyoga Goseld Panglima GAM (Yd/Red3)