Mukhtar Tompo Gelar Sosialisasi Kegiatan Keantariksaan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

oleh
Muhtar Tompo
Sosialisasi Kegiatan Keantariksaan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional di Prakarsai oleh Mukhtar Tompo Anggota Komisi VII DPR RI

Makassar, Suaralidik.com –  Sosialisasi Kegiatan Keantariksaan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional di Prakarsai oleh Mukhtar Tompo Anggota Komisi VII DPR RI, yang dilaksanakan di Aula Fakultas Kedokteran Unismu Makassar Lantai I pada hari ini Rabu, (25/7/2018).

Lembaga penerbangan dan antariksa nasional atau disingkat (LAPAN) adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian Indonesia yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian dan pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatan.

Kegiatan ini dihadiri Instruktur Lapan Ir. Dedi Irawan, Perwakilan Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, Universitas Muhammadiyah Makassar, serta beberapa Lembaga Organisasi Makassar, Gowa, dan Takalar.

Ir. Dedi Irawan dalam sambutannya mengatakan dirinya sangat berbahagia dan bangga bisa bertemu dengan pemuda pemudi Mukhtar Tompo guna memberikan sebuah Ilmu serta berbagi informasi terkait bagaimana mengetahui tentang pengaplikasian lapan.

Ini memiliki aplikasi yang dapat di download di play store dalam hal membantu masyarakat mendapatkan sebuah informasi yang berbasis satelit yakni berbasis pengindraan jauh, sektor pertanian, pertambangan, kewilayaan, perpajakan, perikanan, kelautan dan sektor kebencanaan.

Olehnya itu saya memberikan presentase tentang program teknologi penerbangan, monitoring of ilegal fishing, peran pengindraan jauh lapan.”ujarnya

Mukhtar Tompo Anggota Komisi VII DPR RI juga mengutarakan dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran para petinggi di universitas makassar serta para aktivis lembaga, dan aktivis mahasiswa.

Dimana lapan ini adalah sebagai lembaga kebijakan sehingga dapat membantu masyarakat seperti nelayan dalam hal bagaimana teknik menangkap ikan, dengan menggunakan satelit. Alat tersebut bisa mengarahkan nelayan kelokasi tertentu yang terdapat banyak ikan serta dapat membantu mengetahui titik lokasi galian tambang legal yang banyak berkeliaran di Indonesia.”tegas Mukhtar Tompo Anggota Komisi VII DPR RI. (***Rey)