Musda PAN Bulukumba Deadlock , Edy Manaf ” Semua Akan Indah Pada Waktunya “

oleh
Formatur PAN Bulukumba : Syamsir Paro, Zulkarnain Pangki,Edy Manaf ( tengah) ,Yusman Wahab dan Nuraidah- ANDI AWAL/SUARALIDIK

BULUKUMBA,SUARALIDIK.com– Rapat pertama Musyawarah Daerah ( Musda) ke IV Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional ( PAN) Kabupaten Bulukumba di Rumah Makan Agri, Selasa (13/9/2016) kemarin siang berlangsung Deadlock. Hal itu dipicu karena para formatur merasa mampu menjadi Ketua.

Saat terjadi deadlock, maka DPW akan langsung ambil alih, paling lama 2 minggu kedepan hasilnya segera ada. Siapa yang akan di tetapkan menjadi Ketua DPD PAN Bulukumba periode 2015-2020” kata Andi Edy Manaf, salah seorang formatur PAN yang dalam hal ini demisioner Ketua PAN Bulukumba kepada Redaksi SuaraLidik.com, Selasa (13/9/2016) malam di Kafe WOW Bulukumba.

Menurut Edy Manaf, tak ditemuinya kesepakatan diantara 5 anggota formatur itu bukanlah sebuah ketimpangan. Tapi hal itu menunjukkan sikap demokrasi yang sangat kental dalam kepengurusan PAN, khususnya dikalangan DPD PAN Bulukumba.

Ini bukan masalah, hanya perlu pembenahan saja, kita pastikan ini akan segera selesai dan Insya Allah sebagai Partai Kader, DPW sudah dapat melihat bagaimana kader-kadernya selama ini dalam membesarkan dan memberi warna pada Partai termasuk bagaimana kita dapat menempatkan 6 orang wakil di DPRD ” ujar Edy Manaf yang telah dua periode membawa perubahan dalam Partai berlambang Matahari Terbit tersebut.

Andi Edy Manaf, Formatur Ketua PAN Bulukumba ANDI AWAL/SUARALIDIK
Andi Edy Manaf, Formatur Ketua PAN Bulukumba ANDI AWAL/SUARALIDIK

Dari lima formatur yang telah di tetapkan oleh DPW dalam pembukaan Musda minggu lalu, dalam rapat tertutup kemarin, 2 formatur abstain yakni Hajjah Nuraidah dan Syamsir Paro. Kini tersisa Andi Zulkarnain Pangki, Andi Edy Manaf dan Yusman Wahab dan berdasarkan aturan main yang ditetapkan partai, tidak ada sistem voting suara.

Sesuai dengan AD/ART dan Peraturan Partai tentang Penyelenggaraan Musyawarah Wilayah, Daerah, Cabang dan Ranting, apabila musyawarah mengalami ‘Deadlock’, maka keputusan penetapan Ketua Formatur diserahkan kepada Pimpinan Partai satu tingkat di atasnya, yakni DPW PAN dalam hal ini DPW PAN Sulsel.

DPW PAN tentunya akan mengedepankan asas demokrasi. Semuanya Siap menjadi Ketua dan kader pastinya, dan sesuai ketegasan Ketua DPW serta aturan Partai PAN, apapun hasil keputusan DPW yang akan terpilih menjadi Ketua, itu harus di terima, Insya Allah, semua akan kembali indah pada waktunya Dinda, ” lanjut Edy Manaf.

Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi pun saat membuka Musda ke-I DPD PAN Bulukumba, Rabu ( 7/9/2016) lalu dalam amanatnya menekankan agar Muda PA Bulukumba jangan sampai menjadi bibit perpecahan partai, sebaliknya malah membuat PAN Bulukumba akan semakin solid dan kuat, apalagi tantangan kedepan akan semakin berat

Ketua maupun pengurus boleh berganti tetapi partai tetap harus tetap ada dan haruis utuh, terlebih PAN Bulukumba dapat menempatkan 6 wakil, salah satu titik keberhasilan kepemimpinan dan itu wajib di pertahankan dan bahkan di tambah agar kita semakin kuat, tidak boleh terkotak-kotak apalagi terpecah belah ” tandas Ashabul Kahfi saat membuka Musda.

REDAKSI SUARALIDIK ; andi awal